Ia melanjutkan, usai kejadian korban dibawa oleh pihak perusahaan ke puskesmas terdekat. Namun sayang, nyawanya tak tertolong.
Ia lalu dinyatakan meninggal dunia. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.
“Korban dibawa dan dibantu oleh perusahaan ke puskesmas dan dinyatakan meninggal dunia. Lalu, dibawa ke RS Bhayangkara di Palangka Raya untuk dilakukan autopsi,” imbuhnya.
Hal senada juga dikatakan Kepala Desa Tumbang Sepayang, Akwila.
Usai berhasil diamankan, SS kemudian dibawa oleh tokoh masyarakat menuju Polsek Parenggean untuk selanjutnya menjalani proses pemeriksaan di Sampit.
Dalam pengamanan tersebut, Ss turut didampingi Kepala Desa Tumbang Sepayang, anggota Polsek Antang Kalang dan Ketua RT setempat.
“Bersama ketua RT, saya mengamankan pelaku dari massa untuk dibawa ke Polsek Parenggean didampingi anggota Polsek Antang Kalang untuk dibawa ke Sampit,” katanya.
Pemerintah desa juga mengingatkan warga agar tidak mengambil kesimpulan sendiri maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Hal tersebut menyusul beredarnya foto dan identitas seseorang di tengah masyarakat yang disebut-sebut sebagai pelaku.
Pemerintah desa menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Foto dan informasi yang beredar terkait orang yang disebut sebagai pelaku itu belum tentu benar. Jadi kami memastikan dan meminta kepada warga agar jangan sampai terprovokasi oleh informasi yang belum pasti kebenarannya,” jelasnya.
Saat ini SS telah diserahkan kepada kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk bagaimana senjata PCP tersebut dapat meletus dan mengenai korban hingga menyebabkan seorang pelajar berusia 13 tahun meninggal dunia.
Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan posisi masing-masing pihak saat kejadian, kepemilikan senjata, serta kondisi senjata ketika digunakan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, jangan terprovokasi,” pungkasnya. (kpg)


