PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Upaya dalam menggagalkan peredaran gelap narkotika diwarnai aksi kejar-kejaran dramatis. Dua orang kurir yang membawa 15.000 butir ekstasi nekat melompat dari kendaraan yang sedang melaju kencang demi menghindari sergapan petugas di wilayah Kabupaten Lamandau.
Peristiwa itu bermula saat petugas mencurigai keberadaan mobil Toyota Raize berwarna merah yang melintas dari arah Kalimantan Barat dengan tujuan Kalimantan Selatan. Mobil tersebut, melewati jalur lintas Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Lamandau.
Saat petugas mencoba menghentikan kendaraan tersebut untuk pemeriksaan rutin, pengemudi tidak kooperatif. Alih-alih menepi, pengemudi justru memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi untuk meloloskan diri dari petugas.
“Pada saat dilakukan penyetopan untuk pemeriksaan, dia malah kencang. Kabur lah,” ungkap Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono, usai kegiatan rilis di Mapolda Kalteng, Rabu (18/2/26).
Melihat target melarikan diri, petugas langsung melakukan pengejaran. Sekitar satu kilometer dari titik awal pengejaran, kedua pelaku melakukan aksi nekat lanjutan. Tanpa menghentikan kendaraan, kedua penumpang di dalamnya seketika melompat keluar dari mobil yang masih melaju kencang.
“Jarak satu kilo dari pandangan petugas, mereka melompat. Jadi mobil tetap melaju, mereka lompat kanan-kiri,” jelasnya.
Akibat ditinggalkan pengemudinya dalam keadaan bergerak, mobil Toyota Raize tersebut akhirnya hilang kendali dan menabrak tebing di pinggir jalan.
Setelah melompat, kedua pelaku langsung berpencar dan melarikan diri ke arah hutan dan semak belukar di sekitar lokasi kejadian. Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan polsek setempat dan meminta bantuan masyarakat sekitar untuk mengepung area pelarian.
Proses pencarian berlangsung cukup alot dan memakan waktu hingga 12 jam. Petugas harus menyisir celah-celah hutan dan jalan setapak yang biasa dilalui hewan liar untuk melacak jejak pelaku.
Beruntung, pelarian kedua kurir tersebut akhirnya terhenti. Petugas berhasil membekuk keduanya di sekitar jalur masuk hutan. Faktor ketidaktahuan medan dan kondisi fisik yang menurun menjadi penyebab tertangkapnya para pelaku.
“Karena pelaku juga tidak tahu medan dan kelaparan. Kita cari di pintu-pintu masuk dan celah biasa dilewati hewan, di situ kita dapatkan,”kata AKBP Joko Handono.
Setelah berhasil diamankan, kedua pelaku yang diketahui merupakan warga pendatang asal Jawa itu, langsung dibawa ke Mapolda Kalteng bersama barang bukti berupa 15.000 butir ekstasi yang disembunyikan di bawah tumpukan peralatan dapur. (her)


