NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Aksi mengakhiri nyawa sendiri alias bunuh diri lagi-lagi terjadi di Lamandau. Kali ini pelaku nekat tersebut berinisial MES (32). Pria bertato di dada ini ditemukan tergantung di dalam kamar barak karyawan tempatnya bekerja sebagai penjaga kebun, Minggu (8/2) petang. Persisnya pada pukul 18.00 WIB.
Sontak warga Bukit Pandau, RT 14 Nanga Bulik, Kecamatan Bulik langsung geger dengan temuan tersebut. Sebab awalnya pria yang berasal dari Desa Makarti Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut sempat dikira sedang mancing oleh rekan-rekannya.
“Kejadian bermula sekitar jam 16.00 WIB saat para saksi yang merupakan teman-teman kerjanya merawat kebun mempertanyakan keberadaan MES. Awalnya mereka mengira korban sedang mancing. Lalu salah satu saksi hendak menyalakan lampu belakang saat maghrib, kemudian menuju dapur untuk membuat mie yang berada di sebelah kamar korban. Kemudian saksi 1 mengetuk papan kamar korban namun tidak ada jawaban,” ungkap Kapolres Lamandau melalui Kapolsek Bulik, AKP Karno, Senin (9/2).
Saksi pun berupaya mengintip dari sela-sela papan kamar korban. Betapa terkejutnya saksi ketika melihat di lantai ada darah.
Selanjutnya ia berlari sambil berteriak memanggil temannya. Dua orang teman korban (para saksi) lalu menuju kamar tersebut dan membuka pintu kamar yang tidak terkunci. Seketika terlihat MES sudah dalam posisi tergantung kaku.
Kejadian ini, kemudian dilaporkan kepada Ketua RT dan dilanjutkan temuan mayat ini ke Polsek Bulik. Anggota kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban dan meminta sejumlah keterangan dari para saksi.
“Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban. Setelah di evakuasi, jenazah korban langsung dikirim ke keluarga nya di Pangkalan Bun,”ungkap AKP Karno. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Aksi mengakhiri nyawa sendiri alias bunuh diri lagi-lagi terjadi di Lamandau. Kali ini pelaku nekat tersebut berinisial MES (32). Pria bertato di dada ini ditemukan tergantung di dalam kamar barak karyawan tempatnya bekerja sebagai penjaga kebun, Minggu (8/2) petang. Persisnya pada pukul 18.00 WIB.
Sontak warga Bukit Pandau, RT 14 Nanga Bulik, Kecamatan Bulik langsung geger dengan temuan tersebut. Sebab awalnya pria yang berasal dari Desa Makarti Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut sempat dikira sedang mancing oleh rekan-rekannya.
“Kejadian bermula sekitar jam 16.00 WIB saat para saksi yang merupakan teman-teman kerjanya merawat kebun mempertanyakan keberadaan MES. Awalnya mereka mengira korban sedang mancing. Lalu salah satu saksi hendak menyalakan lampu belakang saat maghrib, kemudian menuju dapur untuk membuat mie yang berada di sebelah kamar korban. Kemudian saksi 1 mengetuk papan kamar korban namun tidak ada jawaban,” ungkap Kapolres Lamandau melalui Kapolsek Bulik, AKP Karno, Senin (9/2).
Saksi pun berupaya mengintip dari sela-sela papan kamar korban. Betapa terkejutnya saksi ketika melihat di lantai ada darah.
Selanjutnya ia berlari sambil berteriak memanggil temannya. Dua orang teman korban (para saksi) lalu menuju kamar tersebut dan membuka pintu kamar yang tidak terkunci. Seketika terlihat MES sudah dalam posisi tergantung kaku.
Kejadian ini, kemudian dilaporkan kepada Ketua RT dan dilanjutkan temuan mayat ini ke Polsek Bulik. Anggota kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban dan meminta sejumlah keterangan dari para saksi.
“Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban. Setelah di evakuasi, jenazah korban langsung dikirim ke keluarga nya di Pangkalan Bun,”ungkap AKP Karno. (bib)