Tim 1 sempat terdesak hingga harus menyeberang dan mengamankan diri ke sebuah pulau kecil di tengah sungai, bahkan Kasat Resnarkoba dilaporkan terpaksa terjun langsung ke air.
Meski telah mengamankan diri, massa tetap memberondong petugas menggunakan senjata api rakitan dari pinggir sungai.
Di tengah situasi kritis, Tim 2 yang mencoba mencari bantuan ke Polsek Katingan Tengah menggunakan kendaraan roda empat sempat dikejar oleh mobil SUV perak dan dihadang barikade massa bersenjata.
Beruntung, Tim 2 berhasil meloloskan diri dan tiba di Mapolsek dengan selamat.
Sementara itu, posisi Tim 1 di pulau kecil kian terdesak. Kehabisan opsi, sejumlah personel memutuskan menyelamatkan diri dengan cara berenang menyeberangi sungai.
Karena kelelahan yang amat sangat, tiga personel Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie, dan Bripda Nopandri terpaksa menyatakan menyerah dan kembali ke pinggir sungai yang sudah dikerumuni massa.
Di sisi lain, lima personel lainnya, yakni Bripka Jhon Trio, Briptu Dedi, Briptu Kristian, Bripda Ferdy, dan Bripda Eko, berhasil menyeberangi sungai dan menyelamatkan diri ke dalam hutan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah telah berhasil mengevakuasi 9 personel Satresnarkoba.
Namun, operasi ini menyisakan duka mendalam dan evaluasi besar bagi korps Bhayangkara. Aipda Yudhie Perdana Putra.
Korban ditemukan dalam kondisi wafat di sebuah lanting (bangunan terapung di sungai) dengan luka bacok parah di bagian kepala.
Sementara anggota yang belum ditemukan (Dalam Pencarian) Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.
Pihak Kepolisian Resor Katingan saat ini tengah mengerahkan pasukan penuh dibantu tokoh masyarakat setempat untuk melakukan penyisiran, dan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai guna menemukan dua personel yang masih dinyatakan hilang, sekaligus meredam situasi agar kondusif kembali.
Hingga berita ini ditayangkan, kejadian ini masih belum mendapat keterangan resmi dari Kepolisian Polres Katingan. Kasi Humas Polres Katingan Kasi Humas IPTU Moh Mastur SH ketika dikonfirmasi Kalteng Pos , belum bisa memberikan penjelasan resmi.
“Nanti keterangan resmi akan disampaikan langsung oleh pak Kapolres. Beliau masih masih di atas (Lokasi kejadian),” ujarnya. (eri/kpg)


