PROKALTENG.CO-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) Hasyim Asy’ari tidak ambil pusing, dengan banyak tanggapan publik soal penyelenggaraan debat calon presiden (Capres) perdana. KPU sepenuhnya menyerahkan ke publik terkait penilaian dari tiga pernyataan calon presiden (capres).
“Soal debatnya menarik atau tidak, tentu yang bisa menjawab adalah para pemirsa,” kata Hasyim di kantor KPU RI, Selasa (12/12) malam.
Hasyim memastikan, suguhan debat perdana Capres adalah bentuk usaha terbaik yang dilakukan, demi memberikan keyakinan terhadap publik terhadap tiga kandidat Capres yang akan dipilih pada Pemilu 2024.
“Orisinalitas pertanyaan dari masing-masing calon presiden tidak bisa di-setting, tidak bisa diprediksi ditanya apa dan kita mengikuti bersama pertanyaan yang diajukan semuanya lugas oleh masing-masing presiden kepada calon presiden yang lain. Demikian juga ketika menjawab,” ucap Hasyim.
Terlepas dari dinamika debat, Hasyim mengharapkan, publik dapat menyerap jawaban pada debat perdana Capres tadi malam yang bertemakan soal pemerintahan, perlindungan HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi dan penanganan hoaks.
“KPU berikhtiar supaya suasana debat atau perdebatan antar calon presiden terhadap tema yang diusung dikupas oleh masing-masing calon presiden, tentun dengan perspekti dan data dari calon presiden masing-masing,” pungkas Hasyim.
Sebagaimana diketahui, debat perdana itu dikhususkan untuk tiga capres, yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo. Namun, mereka tetap didampingi oleh cawapres masing-masing.
Kegiatan debat pertama itu mengangkat tema soal hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga. Rencananya debat capres-cawapres akan berlangsung sebanyak lima kali, dengan tema yang berbeda-beda. (jpc/hnd)