alexametrics
23.2 C
Palangkaraya
Monday, August 15, 2022

Waspada! Kalteng Masih Endemis Rabies, Ini Kata Wagub

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penanganan rabies menjadi perhatian serius Pemprov Kalteng. Pasalnya, Kalteng masih merupakan daerah endemis rabies yang merupakan penyakit hewan menular bersifat zoonosis (dapat menular kepada manusia) dan sangat berisiko menyebabkan kematian apabila tidak cepat ditangani. 

Itu disampaikan Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo saat menyampaikan pidato gubernur pada Peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) Tahun 2021, Selasa (28/9).

"Sepanjang tahun 2021, dilaporkan terdapat 9 kasus terkonfirmasi positif rabies, melalui pemeriksaan sampel otak anjing pada kasus gigitan hewan pembawa rabies (GHPR), ei Kalteng. Kasus rabies selalu berakhir fatal saat tanda klinis sudah muncul, di mana lebih dari 40 persen laporan kasus GHPR terjadi pada anak-anak. Melalui vaksinasi rabies pada hewan pembawa rabies, terutama anjing, dengan cakupan minimal 70 persen di wilayah tertular akan bisa melindungi masyarakat dari ancaman rabies," ucap Edy Pratowo.

Baca Juga :  Bahas Peningkatan Kinerja, Bersama Membangun Kalteng dan Penanganan Co

Dia mengatakan, penanggulangan penyakit rabies memerlukan pendekatan One Health, yaitu kerjasama dan komitmen lintas sektor, yang terdiri dari kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Upaya mengendalikan rabies pada hewan harus dilakukan, diantaranya melalui gerakan vaksinasi rabies massal secara berkelanjutan, pengendalian populasi HPR, dan pengaturan lalu lintas HPR, serta strategi KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) kepada masyarakat. 

Secara khusus, dengan adanya KIE diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih bertanggungjawab dalam pemeliharaan hewan kesayangannya, peduli dengan kesehatan hewan, dan tidak dilepasliarkan.

“Keberhasilan pengendalian rabies sangat dipengaruhi oleh seberapa besar keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, baik keaktifan petugas kesehatan dan kesehatan hewan, perilaku pemilik hewan, partisipasi masyarakat, keberhasilan sosialisasi, penyediaan logistik, dan dipahaminya ekologi HPR, dalam hal ini anjing sebagai target utama penular rabies," pungkasnya.

Baca Juga :  Jenguk Bayi yang Dibuang, Ivo Ingin Kasus Ini Tak Terulang Lagi

Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Kalteng Hj Sunarti menyampaikan, dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap tanggal 28 September, dilakukan vaksinasi rabies gratis pada hewan anjing, kucing maupun kera sebagai upaya pengendalian rabies di Kalteng. Kegiatan ini juga diberlakukan untuk masyarakat Kota Palangka Raya dan sekitarnya yang memiliki anjing maupun kucing.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penanganan rabies menjadi perhatian serius Pemprov Kalteng. Pasalnya, Kalteng masih merupakan daerah endemis rabies yang merupakan penyakit hewan menular bersifat zoonosis (dapat menular kepada manusia) dan sangat berisiko menyebabkan kematian apabila tidak cepat ditangani. 

Itu disampaikan Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo saat menyampaikan pidato gubernur pada Peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) Tahun 2021, Selasa (28/9).

"Sepanjang tahun 2021, dilaporkan terdapat 9 kasus terkonfirmasi positif rabies, melalui pemeriksaan sampel otak anjing pada kasus gigitan hewan pembawa rabies (GHPR), ei Kalteng. Kasus rabies selalu berakhir fatal saat tanda klinis sudah muncul, di mana lebih dari 40 persen laporan kasus GHPR terjadi pada anak-anak. Melalui vaksinasi rabies pada hewan pembawa rabies, terutama anjing, dengan cakupan minimal 70 persen di wilayah tertular akan bisa melindungi masyarakat dari ancaman rabies," ucap Edy Pratowo.

Baca Juga :  Siap Menanggulangi Karhutla

Dia mengatakan, penanggulangan penyakit rabies memerlukan pendekatan One Health, yaitu kerjasama dan komitmen lintas sektor, yang terdiri dari kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Upaya mengendalikan rabies pada hewan harus dilakukan, diantaranya melalui gerakan vaksinasi rabies massal secara berkelanjutan, pengendalian populasi HPR, dan pengaturan lalu lintas HPR, serta strategi KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) kepada masyarakat. 

Secara khusus, dengan adanya KIE diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih bertanggungjawab dalam pemeliharaan hewan kesayangannya, peduli dengan kesehatan hewan, dan tidak dilepasliarkan.

“Keberhasilan pengendalian rabies sangat dipengaruhi oleh seberapa besar keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, baik keaktifan petugas kesehatan dan kesehatan hewan, perilaku pemilik hewan, partisipasi masyarakat, keberhasilan sosialisasi, penyediaan logistik, dan dipahaminya ekologi HPR, dalam hal ini anjing sebagai target utama penular rabies," pungkasnya.

Baca Juga :  Jenguk Bayi yang Dibuang, Ivo Ingin Kasus Ini Tak Terulang Lagi

Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Kalteng Hj Sunarti menyampaikan, dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap tanggal 28 September, dilakukan vaksinasi rabies gratis pada hewan anjing, kucing maupun kera sebagai upaya pengendalian rabies di Kalteng. Kegiatan ini juga diberlakukan untuk masyarakat Kota Palangka Raya dan sekitarnya yang memiliki anjing maupun kucing.

Most Read

Artikel Terbaru

/