PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) memastikan program revitalisasi infrastruktur sekolah pada tahun ini akan berjalan secara merata di seluruh wilayah kabupaten di Kalimantan Tengah.
Langkah masif ini dinilai sebagai wujud nyata tingginya atensi pemerintah pusat dan daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Tambun Bungai.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Reza Prabowo, mengungkapkan bahwa kuota sekolah yang menjadi sasaran perbaikan mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Revitalisasi sekolahnya itu ada di beberapa titik di Kalimantan Tengah. Jadi di seluruh kabupaten itu merata. Salah satu contoh, untuk jenjang SMK saja sudah mendekati sekitar 70 sekolah yang akan direvitalisasi,” terang Reza dalam wawancara, di Istana Isen Mulang, Selasa (26/5/2026)
Ia menekankan. Bahwa lonjakan alokasi ini merupakan bentuk perhatian luar biasa dari Presiden terhadap dunia pendidikan di Kalteng.
Dalam menentukan sekolah mana saja yang berhak mendapatkan program revitalisasi, Disdik Kalteng mengedepankan asas transparansi dan akurasi dengan menggunakan sistem berbasis data.
Reza menjelaskan bahwa seluruh usulan dan penentuan sasaran mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data pusat tersebut kemudian diolah dan diintegrasikan dengan platform lokal yang dikembangkan oleh Pemprov, yakni aplikasi (Pena Kalteng).
“Terkait bagaimana kita menentukan sasaran yang akan direvitalisasi, itu diusulkan berdasarkan aplikasi Dapodik. Kita lihat klasifikasi mana sekolah yang rusak ringan, mana yang rusak berat, dan mana yang menjadi atensi utama,” urainya.
Sistem ini memastikan bahwa bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi rill di lapangan.
Selain perbaikan ruang kelas atau bangunan utama, program revitalisasi tahun ini juga menaruh perhatian khusus pada fasilitas sanitasi. Reza membeberkan adanya instruksi spesifik dari pimpinan daerah dan pusat mengenai standar kebersihan lingkungan sekolah.
“Pak Presiden dan Pak Gubernur menginginkan toilet-toilet yang ada di sekolah bisa lebih bersih, bisa lebih bagus, dan lebih nyaman,” tegas birokrat muda tersebut.
Menurutnya, fasilitas sanitasi merupakan etalase utama yang mencerminkan kedisiplinan dan budaya bersih sebuah institusi pendidikan.
“Karena salah satu kriteria untuk melihat sekolah itu bersih atau tidak, kan melihat dari toiletnya, dari sanitasinya. Kita juga selalu ingatkan jajaran satuan pendidikan untuk memperhatikan hal tersebut,” tutup Reza. (her)


