PALANGKA RAYA- Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menyatakan
komitmennya mendukung pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng untuk mengakhiri persebaran
Covid-19. Ia merasa terenyuh melihat makin tingginya angka kematian karena
Covid-19. Agar tak makin banyak jatuhnya korban, maka gubernur menyarankan agar
PSBB dimaksimalkan dan dipertegas.
Dengan tingginya angka kematian karena Covid-19
ini maka seluruh kepala daerah khususnya Kabupaten Kapuas yang angka
kematiannya 19 kasus dan Palangka Raya yang angka kematiannya 23 kasus untuk
bekerja dengan baik dan maksimal untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Urus masyarakat. Cintai masyarakat. Supaya
korban ini tidak bertambah lagi. Tracking, lacak semuanya dan lakukan blocking
wilayah yang zona merah. Jangan sampai menjadi Banjarmasin kedua atau Surabaya
kedua,†kata dia saat diwawancarai awak media di Kantor Pemprov Kalteng,
kemarin (25/6).
Apabila ada pasien Covid-19 yang meninggal
dunia, jangan sampai dicari kambing hitamnya ke masyarakat. Sugianto tak ingin
mendengar ada alasan itu. “Mari kita peduli. Sebagai ketua gugus tidak boleh
begitu. Yang ada kesalahan kita. Apa gunanya tracking itu. Kita yang mencari
(Tracking, red) karena kita pimpinan. Kita yang ada dana. Kita yang cari
mereka. Apa gunanya dana seperti Kabupaten Kapuas yang ada Rp118 miliar,
Palangka Raya Rp85 miliar kalau angka kematiannya tinggi?,†seru Sugianto.
Kader PDIP ini juga menginginkan agar di rumah
sakit rujukan memperhatikan pasien. Layani dengan baik, mulai dari asupan
makanan dan obat yang baik. Supaya mereka cepat sembuh, sehat dan cepat
berkumpul dengan keluarga. Supaya anggaran kabupaten/kota dan provinsi ini
tidak habis cuma mengurus ini. Harapannya anggarannya sedikit tapi cepat,â€
lanjut suami dari Yulistra Ivo Sugianto Sabran ini.
Meskipun demikian,
Sugianto tetap menegaskan bahwa dirinya berkomitmen untuk membantu kabupaten/kota
yang tingkat persebaran dan kematiannya tinggi. “Supaya persebaran Covid-19 ini
tidak ke mana-mana, kami bantu wali kota dan Kabupaten Kapuas pun kami
bantu,â€pungkasnya.