PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Program mudik gratis Lebaran 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, meski masih menyisakan sejumlah catatan penting untuk evaluasi ke depan.
Kepala Dishub Kalteng Yulindra Dedy melalui Staf Bidang Angkutan Jalan, Septian D. Atmoko, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menggelar rapat evaluasi resmi terkait pelaksanaan program tersebut. Namun, berbagai masukan dari penyelenggara dan pihak terkait mulai dihimpun sebagai bahan perbaikan.
“Sampai saat ini memang belum ada rapat evaluasi secara resmi, tetapi sudah ada beberapa masukan dari pelaksanaan mudik gratis kemarin yang akan menjadi perhatian ke depan,” ujarnya dilansir dari Kalteng Pos, baru-baru ini.
Salah satu catatan utama berasal dari perusahaan otobus (PO) yang dilibatkan dalam program tersebut. Mereka mengeluhkan waktu pelaksanaan mudik gratis Lebaran 2026 yang terlalu berdekatan dengan program mudik gratis Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kondisi ini dinilai berdampak pada operasional dan potensi pendapatan perusahaan.
Dalam program mudik gratis, biaya yang dibayarkan kepada PO hanya mencakup biaya operasional. Sementara itu, momentum Lebaran biasanya menjadi kesempatan bagi perusahaan transportasi untuk meningkatkan pendapatan melalui layanan angkutan penumpang.
“Perusahaan otobus merasa momen Lebaran adalah waktu untuk memberikan pelayanan maksimal sekaligus memperoleh keuntungan. Namun, dengan adanya program mudik gratis, ditambah lagi larangan kenaikan tarif tiket saat hari besar keagamaan, tentu berdampak pada mereka,” jelasnya.
Selain itu, tingginya jumlah armada bus yang digunakan dalam program mudik gratis juga memengaruhi layanan reguler. Baik angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP) mengalami gangguan operasional karena sebagian armada dialihkan untuk mendukung program tersebut.
Meski demikian, di balik berbagai tantangan tersebut, program mudik gratis tetap dinilai berhasil mencapai tujuan utamanya, yakni membantu masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, agar dapat pulang kampung tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi.
“Program ini sangat membantu masyarakat dalam meringankan beban ekonomi, terutama saat kebutuhan menjelang Lebaran meningkat,” ungkapnya.
Tidak hanya dari sisi ekonomi, program ini juga dinilai efektif dalam meningkatkan keselamatan transportasi selama arus mudik. Salah satu tujuan utama dari mudik gratis adalah menekan penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, yang memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi untuk perjalanan jarak jauh.
Dengan beralih ke moda transportasi bus yang telah melalui uji berkala dan ramp check, keselamatan penumpang dapat lebih terjamin. Kendaraan yang digunakan dalam program ini dipastikan dalam kondisi laik jalan sehingga mampu memberikan rasa aman bagi para pemudik.
“Ini juga bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi. Kita ingin mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jauh karena risikonya cukup tinggi. Bus yang digunakan juga sudah melalui proses uji kelayakan,” tambahnya.
Ke depan, Dishub Kalteng berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dalam pelaksanaan program mudik gratis agar berjalan lebih optimal, baik dari sisi koordinasi waktu, kesiapan armada, maupun kenyamanan seluruh pihak yang terlibat.
Sementara itu, arus balik Lebaran 1447 Hijriah melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Jumlah penumpang tercatat mengalami pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota tujuan pascalibur Idulfitri. (zia/ovi/ala/kpg)


