‎Selain berfungsi sebagai kanal pengaduan, WBS juga memiliki keunggulan dalam menghasilkan data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Data pengaduan yang masuk akan diolah dan divisualisasikan secara geospasial sehingga membantu Disdik dalam memetakan berbagai persoalan pendidikan berdasarkan wilayah serta menentukan prioritas penanganan secara lebih tepat sasaran.
‎Inovasi ini sejalan dengan visi dan komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo dalam mendorong tata kelola pendidikan yang modern, berbasis data, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
‎Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Disdik Kalteng berharap seluruh peserta memahami tujuan, mekanisme, serta tata cara penggunaan WBS dengan baik.
Para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan juga diharapkan dapat menjadi agen informasi yang menyebarluaskan pemahaman mengenai WBS kepada seluruh warga sekolah.
‎Dengan hadirnya WBS yang terintegrasi dalam ekosistem digital PENA Kalteng, Disdik Kalteng optimistis dapat memperkuat budaya integritas, keterbukaan, dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, transparan, serta berkeadilan.
‎”Jangan diam, jangan takut, laporkan,”tegasnya.
Melalui semangat berani bersuara inilah Disdik Kalteng mengajak seluruh warga pendidikan untuk bersama-sama menjaga kualitas dan integritas dunia pendidikan di Kalteng. (mmckalteng)
‎Selain berfungsi sebagai kanal pengaduan, WBS juga memiliki keunggulan dalam menghasilkan data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Data pengaduan yang masuk akan diolah dan divisualisasikan secara geospasial sehingga membantu Disdik dalam memetakan berbagai persoalan pendidikan berdasarkan wilayah serta menentukan prioritas penanganan secara lebih tepat sasaran.
‎Inovasi ini sejalan dengan visi dan komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo dalam mendorong tata kelola pendidikan yang modern, berbasis data, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
‎Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Disdik Kalteng berharap seluruh peserta memahami tujuan, mekanisme, serta tata cara penggunaan WBS dengan baik.
Para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan juga diharapkan dapat menjadi agen informasi yang menyebarluaskan pemahaman mengenai WBS kepada seluruh warga sekolah.
‎Dengan hadirnya WBS yang terintegrasi dalam ekosistem digital PENA Kalteng, Disdik Kalteng optimistis dapat memperkuat budaya integritas, keterbukaan, dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, transparan, serta berkeadilan.
‎”Jangan diam, jangan takut, laporkan,”tegasnya.
Melalui semangat berani bersuara inilah Disdik Kalteng mengajak seluruh warga pendidikan untuk bersama-sama menjaga kualitas dan integritas dunia pendidikan di Kalteng. (mmckalteng)