PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kenaikan harga plastik yang dikeluhkan pelaku UMKM di Kalimantan Tengah, mendorong pemerintah daerah mengingatkan pentingnya penggunaan kemasan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
“Penggunaan plastik untuk pembungkus makanan sebenarnya sudah lama tidak direkomendasikan karena berdampak buruk bagi lingkungan dan sulit didaur ulang,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng, Rahmawati, Jumat (24/4/2026).
Pemerintah daerah pun mendorong pelaku usaha mulai memanfaatkan bahan alami sebagai pengganti plastik.
“Alternatifnya bisa menggunakan daun pisang dan daun jati yang cocok untuk nasi bungkus maupun jajanan pasar dan makanan basah,” jelasnya.
Selain bahan alami, tersedia pula pilihan kemasan lain yang dinilai lebih praktis untuk jenis makanan tertentu.
“Kertas food grade bisa digunakan untuk gorengan, roti, atau makanan kering lainnya, sedangkan kemasan karton cocok untuk nasi kotak dan makanan siap saji,” katanya.
Rahmawati menyebut penggunaan kemasan ramah lingkungan sebenarnya sudah mulai diterapkan oleh sebagian pelaku usaha.
“Sudah ada yang menggunakan, hanya saja belum tersosialisasi secara luas sehingga perlu didorong lagi,” ucapnya.
Potensi lokal seperti anyaman bambu dan rotan juga dinilai bisa dimanfaatkan sebagai kemasan alternatif.
“Anyaman bambu maupun rotan dapat digunakan untuk kemasan makanan tradisional atau oleh-oleh, selain ramah lingkungan juga memiliki nilai tambah,” tuturnya.
Dia menilai pelaku UMKM di Kalteng mulai menunjukkan inovasi dalam pengemasan dengan mengurangi ketergantungan pada plastik.
“Kami berharap pelaku usaha mikro kecil bisa beralih ke bahan yang lebih alami, karena penggunaan plastik saat ini sudah sangat berbahaya bagi lingkungan,” pungkasnya. (adr)


