Disdik Kalteng Padukan Budaya dan Teknologi di Kalteng Expo 2026

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadirkan konsep Rumah Betang dalam ajang pembukaan Kalteng Expo 2026 pada Minggu malam (17/5/2026), yang digelar di kawasan Jalan Cilik Riwut dan GOR Indoor, Kota Palangka Raya.

Konsep rumah betang dari Disdik Kalteng ini sebagai bentuk promosi transformasi pendidikan digital sekaligus pelestarian budaya daerah.

Melalui stan yang dipadukan dengan nuansa budaya dan teknologi modern, Disdik Kalteng menampilkan berbagai keunggulan sekolah SMA maupun SMK dari seluruh wilayah Kalteng. Pengunjung tidak hanya disuguhkan pertunjukan seni budaya, tetapi juga diperlihatkan implementasi pembelajaran digital yang kini diterapkan di sekolah-sekolah.

‎Plt. Kepala Disdik Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan tema Rumah Betang dipilih karena mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat Kalteng yang penuh keberagaman namun tetap bersatu.

‎“Di dalam Rumah Betang itu ada keberagaman. Nah, yang kita tampilkan di sini adalah keberagaman keunggulan dari setiap sekolah, baik SMA maupun SMK,” ujarnya saat diwawancarai di stan Disdik Kalteng.

Menurut Reza, partisipasi Disdik Kalteng dalam Kalteng Expo 2026 bertujuan memperlihatkan kepada masyarakat bahwa dunia pendidikan di Kalteng terus berkembang, baik dari sisi kualitas sumber daya manusia maupun pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Baca Juga :  Komunitas ASN Anti Narkotika Dikukuhkan, Sekda Kalteng Apresiasi Aplikasi Kesbangpol

‎Berbagai penampilan siswa menjadi daya tarik tersendiri dalam pameran tersebut. Salah satunya penampilan siswa yang memainkan alat musik tradisional kecapi khas Kalteng, sebagai simbol bahwa modernisasi pendidikan tetap berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya lokal.

Electronic money exchangers listing

‎“Anak-anak SMA dan SMK menampilkan kebolehannya masing-masing. Ada yang menampilkan seni budaya, keterampilan, dan kemampuan dari sekolah mereka,” katanya.

‎Selain pertunjukan budaya, stan Disdik Kalteng juga menampilkan papan tulis digital interaktif yang kini digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah. Teknologi tersebut menjadi bagian dari program digitalisasi pendidikan yang terus didorong Pemerintah Provinsi Kalteng.

Melalui simulasi pembelajaran digital yang ditampilkan di lokasi expo, masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana ruang kelas di Kalteng saat ini sudah terhubung dengan internet dan memanfaatkan teknologi modern dalam proses belajar.

‎“Papan tulis digital ini memang digunakan untuk pembelajaran di sekolah. Jadi masyarakat bisa melihat bahwa kelas-kelas di Kalteng sekarang sudah saling terhubung,” jelas Reza.

Baca Juga :  Aksi Memukau Tari Pesisir di FBIM 2025, Ini Daftar Pemenangnya

‎Ia menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Bahkan saat ini, sekolah-sekolah di Kalteng disebut telah terkoneksi dengan jaringan internet dan listrik sehingga proses pembelajaran digital dapat berjalan lebih optimal hingga ke daerah pelosok.

‎“Sekarang tidak ada lagi sekolah kita yang tidak terkoneksi internet ataupun listrik. Semuanya sudah terhubung,” ungkapnya.

Reza menambahkan, transformasi pendidikan tersebut merupakan bagian dari roadmap digitalisasi pendidikan Kalteng untuk menciptakan sistem pembelajaran yang modern, adaptif, dan mampu mencetak generasi unggul di masa depan.

‎Ia berharap program pendidikan digital yang telah berjalan dapat terus mendapat dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh masyarakat Kalteng.

‎“Harapannya pendidikan di Kalteng terus melaju. Roadmap digitalisasi pembelajaran yang sudah ditetapkan bisa berjalan lancar dan terus mendapat dukungan,” tuturnya.

‎Di akhir pernyataannya, Reza menegaskan bahwa Disdik Provinsi Kalteng siap mendukung visi Gubernur Kalteng dalam membangun pendidikan yang maju, merata, modern, dan tetap berakar pada budaya daerah.(tim)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadirkan konsep Rumah Betang dalam ajang pembukaan Kalteng Expo 2026 pada Minggu malam (17/5/2026), yang digelar di kawasan Jalan Cilik Riwut dan GOR Indoor, Kota Palangka Raya.

Konsep rumah betang dari Disdik Kalteng ini sebagai bentuk promosi transformasi pendidikan digital sekaligus pelestarian budaya daerah.

Melalui stan yang dipadukan dengan nuansa budaya dan teknologi modern, Disdik Kalteng menampilkan berbagai keunggulan sekolah SMA maupun SMK dari seluruh wilayah Kalteng. Pengunjung tidak hanya disuguhkan pertunjukan seni budaya, tetapi juga diperlihatkan implementasi pembelajaran digital yang kini diterapkan di sekolah-sekolah.

Electronic money exchangers listing

‎Plt. Kepala Disdik Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan tema Rumah Betang dipilih karena mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat Kalteng yang penuh keberagaman namun tetap bersatu.

‎“Di dalam Rumah Betang itu ada keberagaman. Nah, yang kita tampilkan di sini adalah keberagaman keunggulan dari setiap sekolah, baik SMA maupun SMK,” ujarnya saat diwawancarai di stan Disdik Kalteng.

Menurut Reza, partisipasi Disdik Kalteng dalam Kalteng Expo 2026 bertujuan memperlihatkan kepada masyarakat bahwa dunia pendidikan di Kalteng terus berkembang, baik dari sisi kualitas sumber daya manusia maupun pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Baca Juga :  Komunitas ASN Anti Narkotika Dikukuhkan, Sekda Kalteng Apresiasi Aplikasi Kesbangpol

‎Berbagai penampilan siswa menjadi daya tarik tersendiri dalam pameran tersebut. Salah satunya penampilan siswa yang memainkan alat musik tradisional kecapi khas Kalteng, sebagai simbol bahwa modernisasi pendidikan tetap berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya lokal.

‎“Anak-anak SMA dan SMK menampilkan kebolehannya masing-masing. Ada yang menampilkan seni budaya, keterampilan, dan kemampuan dari sekolah mereka,” katanya.

‎Selain pertunjukan budaya, stan Disdik Kalteng juga menampilkan papan tulis digital interaktif yang kini digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah. Teknologi tersebut menjadi bagian dari program digitalisasi pendidikan yang terus didorong Pemerintah Provinsi Kalteng.

Melalui simulasi pembelajaran digital yang ditampilkan di lokasi expo, masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana ruang kelas di Kalteng saat ini sudah terhubung dengan internet dan memanfaatkan teknologi modern dalam proses belajar.

‎“Papan tulis digital ini memang digunakan untuk pembelajaran di sekolah. Jadi masyarakat bisa melihat bahwa kelas-kelas di Kalteng sekarang sudah saling terhubung,” jelas Reza.

Baca Juga :  Aksi Memukau Tari Pesisir di FBIM 2025, Ini Daftar Pemenangnya

‎Ia menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Bahkan saat ini, sekolah-sekolah di Kalteng disebut telah terkoneksi dengan jaringan internet dan listrik sehingga proses pembelajaran digital dapat berjalan lebih optimal hingga ke daerah pelosok.

‎“Sekarang tidak ada lagi sekolah kita yang tidak terkoneksi internet ataupun listrik. Semuanya sudah terhubung,” ungkapnya.

Reza menambahkan, transformasi pendidikan tersebut merupakan bagian dari roadmap digitalisasi pendidikan Kalteng untuk menciptakan sistem pembelajaran yang modern, adaptif, dan mampu mencetak generasi unggul di masa depan.

‎Ia berharap program pendidikan digital yang telah berjalan dapat terus mendapat dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh masyarakat Kalteng.

‎“Harapannya pendidikan di Kalteng terus melaju. Roadmap digitalisasi pembelajaran yang sudah ditetapkan bisa berjalan lancar dan terus mendapat dukungan,” tuturnya.

‎Di akhir pernyataannya, Reza menegaskan bahwa Disdik Provinsi Kalteng siap mendukung visi Gubernur Kalteng dalam membangun pendidikan yang maju, merata, modern, dan tetap berakar pada budaya daerah.(tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru