PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah merespons kenaikan harga plastik dengan mendorong penggunaan bahan alternatif serta penguatan edukasi kepada masyarakat.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyatakan masyarakat dapat memanfaatkan bahan alami sebagai pengganti plastik dalam kehidupan sehari-hari.
“Masyarakat dapat menggunakan alternatif seperti daun pisang atau bahan alami lainnya yang lebih praktis dan mudah diperoleh,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Kenaikan harga plastik yang dipengaruhi dinamika global dinilai menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan tersebut.
Pj. Sekda Kalteng, Victoria Linae Aden, mengatakan plastik bukan merupakan produk yang diproduksi di daerah.
“Plastik tidak diproduksi di daerah sehingga dipengaruhi berbagai faktor eksternal, dan masyarakat perlu menyikapinya secara bijak,” katanya.
Dia menegaskan, pemerintah tidak hanya berfokus pada stabilisasi harga, tetapi juga pada edukasi masyarakat.
“Pemerintah mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam penggunaan plastik, termasuk beralih ke bahan yang lebih alami,” ucapnya.
Selain itu, perangkat daerah terkait telah melakukan pemantauan harga di lapangan, termasuk ke ritel modern.
“Dinas terkait telah turun langsung untuk mengecek kondisi harga di masyarakat sebagai dasar pengambilan kebijakan,” jelasnya.
Hasil pemantauan tersebut akan dibahas lebih lanjut, guna menentukan langkah pemerintah sesuai kewenangan yang dimiliki.
Upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas, sekaligus mendorong penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan. (adr)


