PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Di tengah lonjakan harga dan kelangkaan stok plastic. Para pedagang harus memutar otak agar usaha tetap berjalan.
Salah satunya dilakukan Romi, pedagang toko plastik yang memilih membatasi penjualan demi menjaga keberlangsungan usahanya.
Sudah sekitar lima tahun bekerja di toko plastik, Romi mengaku baru kali ini menghadapi situasi yang cukup sulit. Harga naik tajam, sementara barang justru semakin sulit didapat.
“Barang tidak ada, tapi yang cari banyak. Kami sampai harus cari ke berbagai pabrik, ditelusuri satu-satu. Yang cari juga ribuan orang, jadi rebutan,” ujarnya pada Kamis (16/4/2026)
Kondisi ini membuatnya tidak bisa lagi berjualan secara bebas seperti biasanya. Ia terpaksa membatasi jumlah penjualan, meskipun sebenarnya permintaan cukup tinggi.
“Kami batasi penjualan, walaupun kemampuan jual lebih. Supaya usaha tetap jalan dalam kondisi krisis seperti ini,” katanya.
Menurut Romi. Situasi ini cukup memukul pelaku usaha kecil. Banyak pelanggan yang merupakan pedagang kecil kini mulai ragu untuk membeli karena harga yang terus naik.
“Barang mahal, pembeli jadi ragu. Mereka keliling cari yang lebih murah,” ucapnya.
Tak jarang, ia juga harus menghadapi pelanggan yang kecewa karena barang yang dicari tidak tersedia.
“Orang mau beli, tapi barangnya tidak ada. Itu yang paling susah,” tambahnya.
Di sisi lain, distributor juga ikut menaikkan harga, meski stok barang terbatas. Kondisi ini membuat pedagang berada di posisi sulit.
“Distributor juga naikkan harga, tapi barangnya tidak ada. Mau bagaimana lagi,” ujarnya.
Meski demikian, Romi tetap berusaha bertahan. Ia berharap kondisi segera membaik dan pemerintah dapat turun tangan untuk menstabilkan harga serta menjaga pasokan bahan baku.
“Harapannya harga bisa stabil lagi, supaya usaha kecil seperti kami bisa tetap jalan,” pungkasnya. (jef)


