PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengubah konsep rekrutmen staf khusus dari kalangan mahasiswa dan pemuda menjadi program Kalteng Future Leader. Perubahan nama dan konsep tersebut dilakukan setelah pemerintah mengkaji aspek hukum dan regulasi agar tidak berbenturan dengan struktur organisasi pemerintahan.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, mengatakan program yang sebelumnya dikenal sebagai staf khusus mahasiswa kini diarahkan menjadi program magang bagi mahasiswa dan pemuda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Selama ini kami memikirkan segala sesuatunya, mulai dari dasar hukum hingga regulasinya. Karena itu, program yang sebelumnya disebut staf khusus kini kami ubah namanya menjadi Kalteng Future Leader,” kata Reza, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, penggunaan istilah Kalteng Future Leader dipilih agar tidak berbenturan dengan nomenklatur staf khusus yang telah diatur dalam struktur pemerintahan.
“Kalau menggunakan istilah staf khusus, di pemerintahan sudah ada struktur organisasinya. Sebenarnya yang dimaksud Bapak Gubernur adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkontribusi kepada pemerintah,” ujarnya.
Melalui program tersebut, peserta magang nantinya dapat menyampaikan berbagai gagasan dan masukan kepada pemerintah daerah. Aspirasi yang dihimpun tidak hanya berkaitan dengan sektor pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, infrastruktur, hingga bidang pembangunan lainnya.
Reza menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sistem agar setiap masukan dari peserta dapat dihimpun dan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan daerah.
“Nantinya para peserta magang ini sudah kami siapkan sistemnya. Jadi apabila mereka memiliki saran atau masukan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur maupun sektor lainnya, semuanya bisa kami himpun,” jelasnya.
Ia menambahkan, Gubernur Kalteng berharap keterlibatan mahasiswa dan generasi muda tidak hanya berlangsung dalam jangka pendek, tetapi terus berlanjut hingga akhir masa kepemimpinannya.
“Gubernur berharap hingga akhir masa kepemimpinannya, rekan-rekan mahasiswa ini tetap terus dilibatkan dan dimintai saran serta masukannya,” lanjutnya.
Menurut Reza, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kalangan akademisi yang aktif bersentuhan dengan berbagai persoalan di lapangan. Informasi yang mereka peroleh diharapkan dapat menjadi masukan yang cepat dan relevan bagi pemerintah daerah.
“Karena mereka adalah kalangan akademisi yang juga sedang belajar. Segala informasi yang mereka dapatkan di lapangan juga diharapkan bisa lebih cepat tersampaikan kepada kami di pemerintah,” tuturnya.
Terkait pelaksanaan program, Reza memastikan seluruh persiapan pada dasarnya telah rampung. Saat ini pemerintah tinggal menyiapkan pengumuman resmi kepada publik.
“Untuk persiapannya sebenarnya sudah selesai, tinggal diumumkan saja. Dalam waktu dekat akan segera kami umumkan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemprov Kalteng berencana merekrut mahasiswa dan pemuda sebagai staf khusus untuk membantu mengawal berbagai kebijakan strategis gubernur, termasuk program Kartu Huma Betang. Namun setelah melalui kajian lebih lanjut, konsep tersebut disesuaikan menjadi program Kalteng Future Leader yang berfokus pada pelibatan generasi muda melalui skema magang dan pemberian masukan bagi pemerintah daerah. (adr)


