PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya dalam mendukung visi Misi Gubernur Kalteng dalam mewujudkan Kalteng Berkah.
Fokus utama anggaran kesehatan tahun ini, dipastikan menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat. Terutama jaminan kesehatan gratis.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng mengungkapkan bahwa pengintegrasian layanan kesehatan berbasis BPJS menjadi prioritas utama. Program ini menurutnya diwujudkan melalui “Kartu Huma Betang” yang menjamin akses kesehatan bagi warga kurang mampu.
“Kita masih mengutamakan program dan visi misi pak gubernur, terutama Kartu Huma Betang Sejahtera. Hampir separuh anggaran Dinas Kesehatan dialokasikan untuk jaminan kesehatan dalam rangka pengintegrasian layanan berbasis BPJS,” ujar Reiner saat diwawancara awak media di sela rapat paripurna DPRD Kalteng, Rabu (14/1/26)
Selain jaminan kesehatan, Â dia mengatakan sisa anggaran difokuskan pada penguatan program prioritas nasional dan daerah. Tiga fokus utama meliputi penanggulangan stunting, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), serta pemerataan tenaga medis dan kesehatan di seluruh wilayah Kalteng.
Dinas Kesehatan juga tengah memperkuat infrastruktur layanan rujukan tingkat lanjut. Rumah sakit daerah dipersiapkan menjadi pusat rujukan untuk penanganan empat penyakit katastropik utama atau KJSU: Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-Nephro (ginjal).
“Rumah Sakit kita siapkan sebagai pusat rujukan KJSU. Uro-Nephro itu terkait ginjal. Jadi penguatan kita ada di sana,”ujarnya seraya memastikan tidak ada pemangkasan anggaran untuk program-program yang berdampak luas bagi masyarakat. (*her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya dalam mendukung visi Misi Gubernur Kalteng dalam mewujudkan Kalteng Berkah.
Fokus utama anggaran kesehatan tahun ini, dipastikan menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat. Terutama jaminan kesehatan gratis.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng mengungkapkan bahwa pengintegrasian layanan kesehatan berbasis BPJS menjadi prioritas utama. Program ini menurutnya diwujudkan melalui “Kartu Huma Betang” yang menjamin akses kesehatan bagi warga kurang mampu.
“Kita masih mengutamakan program dan visi misi pak gubernur, terutama Kartu Huma Betang Sejahtera. Hampir separuh anggaran Dinas Kesehatan dialokasikan untuk jaminan kesehatan dalam rangka pengintegrasian layanan berbasis BPJS,” ujar Reiner saat diwawancara awak media di sela rapat paripurna DPRD Kalteng, Rabu (14/1/26)
Selain jaminan kesehatan, Â dia mengatakan sisa anggaran difokuskan pada penguatan program prioritas nasional dan daerah. Tiga fokus utama meliputi penanggulangan stunting, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), serta pemerataan tenaga medis dan kesehatan di seluruh wilayah Kalteng.
Dinas Kesehatan juga tengah memperkuat infrastruktur layanan rujukan tingkat lanjut. Rumah sakit daerah dipersiapkan menjadi pusat rujukan untuk penanganan empat penyakit katastropik utama atau KJSU: Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-Nephro (ginjal).
“Rumah Sakit kita siapkan sebagai pusat rujukan KJSU. Uro-Nephro itu terkait ginjal. Jadi penguatan kita ada di sana,”ujarnya seraya memastikan tidak ada pemangkasan anggaran untuk program-program yang berdampak luas bagi masyarakat. (*her)