PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kondisi ketersediaan air bersih di Kalimantan Tengah saat ini dipastikan aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebut, laporan terkini dari seluruh kabupaten dan kota menunjukkan tidak ada lagi wilayah yang mengalami krisis air, setelah hujan turun merata dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kalteng Alpius, mengatakan bahwa sebelumnya sempat ada laporan kekeringan dari sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Namun kondisi tersebut kini telah berangsur pulih.
“Update laporan dari kabupaten/kota, kondisi kekeringan saat ini sudah tidak ada. Termasuk Kobar yang beberapa waktu melaporkan kekeringan, kondisinya saat ini sudah aman,” ujarnya, Minggu (12/4).
Ia menjelaskan, membaiknya kondisi ini tidak terlepas dari curah hujan yang cukup merata di berbagai wilayah Kalteng dalam beberapa hari terakhir. Hujan tersebut membantu memulihkan ketersediaan air, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun lingkungan.
“Kondisi ini dikarenakan hujan yang cukup merata terjadi dalam beberapa hari terakhir,” tambahnya.
Meski situasi saat ini relatif aman, BPBD Kalteng menegaskan tetap dalam kondisi siaga. Hal ini mengingat dinamika cuaca yang cepat berubah, terutama menjelang peralihan musim yang berpotensi memicu kekeringan kembali di sejumlah wilayah.
“BPBD tetap siap siaga memberikan layanan kepada masyarakat jika ada yang terdampak dan memerlukan suplai air bersih,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mulai melakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini guna menghadapi potensi krisis air di masa mendatang.
Salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kondisi lingkungan serta menyiapkan cadangan air.
“Tetap memperhatikan kondisi lingkungan, bisa membuat embung-embung penampungan air, baik untuk cadangan air bersih maupun untuk penanganan karhutla,” imbaunya.
Pembangunan embung atau penampungan air dinilai menjadi langkah strategis, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih saat terjadi kekeringan, tetapi juga sebagai sumber air dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi saat musim kemarau.
BPBD Kalteng juga menegaskan kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi karhutla ke depan, meskipun saat ini kondisi air masih mencukupi.
“Ketersediaan sumber air menjadi faktor krusial dalam proses pemadaman kebakaran, sehingga upaya penyimpanan air sejak dini sangat diperlukan,” tutupnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, masyarakat diharapkan tidak lengah. Meskipun saat ini hujan masih turun dan ketersediaan air terjaga, potensi kekeringan dan karhutla tetap menjadi ancaman yang perlu diantisipasi bersama. (zia/ala/kpg)


