26.6 C
Jakarta
Thursday, April 25, 2024

Kalteng Alami Fluktuasi Harga, Pemprov Gencar Pantau Kondisi Pasar

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan terus melakukan pemantauan harga maupun ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpang) Kalteng Riza Rahmadi mengatakan, memasuki minggu kedua Januari 2023 ini, pemantauan rutin terus dilakukan.

“Pemantauan tim kami lakukan di seluruh kabupaten dan kota. Adapun sejumlah daerah, berbagai komoditasnya mengalami fluktuasi harga,” katanya, Kamis (12/1/2023).

Berdasarkan perkembangan harga komoditas bapok pada 10-11 Januari 2023, tim melaporkan terjadi fluktuasi harga beberapa komoditas pada berbagai daerah. Riza menjabarkan, untuk Kotawaringin Barat  harga daging ayam naik Rp3.000, ikan kembung naik Rp2.000 dan ikan bandeng turun Rp2.000.

Baca Juga :  Dukung Pemkab Lengkapi Rambu Lalu Lintas di Kapuas

Sedangkan di Kapuas ikan kembung turun Rp5.000, Seruyan ikan kembung naik Rp5.000, Pulang Pisau ikan kembung turun Rp15.000, ikan bandeng turun Rp2.000, cabai rawit turun Rp10.000.  Sementara untuk bawang merah naik Rp2.000, minyak goreng curah naik Rp1.000 dan ikan tongkol turun Rp10.000.  Daerah  Bartim minyak goreng kemasan naik Rp2.000, cabai keriting turun Rp5.000. Lamandau cabai rawit naik Rp10.000, serta Mura cabai rawit turun Rp15.000, cabai keriting turun Rp10.000, bawang putih turun Rp2.000.

“Fluktuasi harga berbagai komoditas di beberapa daerah ini sesuai instruksi Gubernur Sugianto Sabran hendaknya terus diperhatikan oleh masing-masing kabupaten dan kota. Ini guna mencegah terjadinya lonjakan harga,” jelasnya.

Baca Juga :  Atap Anjungan Kalteng di TMII Perlu Direhab

Menurutnya, meski hingga saat ini fluktuasi harga yang terjadi di pasaran pada berbagai daerah masih dalam batas wajar, namun masing-masing Pemerintah Daerah diminta tak lengah. Termasuk memperhatikan kelancaran pasokan maupun ketersediaan komoditas.

“Berdasarkan pantauan dan informasi yang tim kami himpun, kondisi di pasaran saat ini tidak ada kendala seperti kekurangan, karena pasokan lancar dan ketersediaan masih aman,” pungkasnya.






Reporter: M Hafidz

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan terus melakukan pemantauan harga maupun ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) sebagai salah satu langkah pengendalian inflasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpang) Kalteng Riza Rahmadi mengatakan, memasuki minggu kedua Januari 2023 ini, pemantauan rutin terus dilakukan.

“Pemantauan tim kami lakukan di seluruh kabupaten dan kota. Adapun sejumlah daerah, berbagai komoditasnya mengalami fluktuasi harga,” katanya, Kamis (12/1/2023).

Berdasarkan perkembangan harga komoditas bapok pada 10-11 Januari 2023, tim melaporkan terjadi fluktuasi harga beberapa komoditas pada berbagai daerah. Riza menjabarkan, untuk Kotawaringin Barat  harga daging ayam naik Rp3.000, ikan kembung naik Rp2.000 dan ikan bandeng turun Rp2.000.

Baca Juga :  Dukung Pemkab Lengkapi Rambu Lalu Lintas di Kapuas

Sedangkan di Kapuas ikan kembung turun Rp5.000, Seruyan ikan kembung naik Rp5.000, Pulang Pisau ikan kembung turun Rp15.000, ikan bandeng turun Rp2.000, cabai rawit turun Rp10.000.  Sementara untuk bawang merah naik Rp2.000, minyak goreng curah naik Rp1.000 dan ikan tongkol turun Rp10.000.  Daerah  Bartim minyak goreng kemasan naik Rp2.000, cabai keriting turun Rp5.000. Lamandau cabai rawit naik Rp10.000, serta Mura cabai rawit turun Rp15.000, cabai keriting turun Rp10.000, bawang putih turun Rp2.000.

“Fluktuasi harga berbagai komoditas di beberapa daerah ini sesuai instruksi Gubernur Sugianto Sabran hendaknya terus diperhatikan oleh masing-masing kabupaten dan kota. Ini guna mencegah terjadinya lonjakan harga,” jelasnya.

Baca Juga :  Atap Anjungan Kalteng di TMII Perlu Direhab

Menurutnya, meski hingga saat ini fluktuasi harga yang terjadi di pasaran pada berbagai daerah masih dalam batas wajar, namun masing-masing Pemerintah Daerah diminta tak lengah. Termasuk memperhatikan kelancaran pasokan maupun ketersediaan komoditas.

“Berdasarkan pantauan dan informasi yang tim kami himpun, kondisi di pasaran saat ini tidak ada kendala seperti kekurangan, karena pasokan lancar dan ketersediaan masih aman,” pungkasnya.






Reporter: M Hafidz

Terpopuler

Artikel Terbaru