PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Di balik kunjungan singkat Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) ke Palangka Raya dan Murung Raya, Selasa (7/4), terselip pesan kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kelestarian hutan dan pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menilai momentum tersebut bukan semata agenda seremonial, melainkan penegasan komitmen bersama dalam membangun tata kelola kawasan hutan yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, menekankan bahwa pengelolaan hutan ke depan harus mengedepankan kolaborasi lintas sektor serta mengutamakan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan lingkungan.
“Kita ingin memastikan bahwa pengelolaan kawasan hutan berjalan sesuai aturan, menjaga kelestarian alam, dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (7/4).
Menurutnya, Kalteng sebagai salah satu provinsi dengan kawasan hutan terluas memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga paru-paru dunia sekaligus menopang pembangunan. Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan tepat sasaran.
Ia berharap sinergi yang terjalin mampu menghadirkan langkah-langkah konkret, tidak hanya dalam penertiban kawasan hutan, tetapi juga dalam memperkuat sistem pengawasan, memperjelas tata ruang, dan memastikan pembangunan berjalan secara seimbang.
“Pembangunan harus tetap berjalan, tetapi kelestarian hutan tidak boleh dikorbankan. Kita ingin kebijakan yang adil, berkelanjutan, dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (ovi/ans/kpg)

