Cetak Petani Muda Andal, Pemprov Kalteng Genjot Program D1 Vokasi Pertanian

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalteng mempercepat pelaksanaan Program Diploma I (D1) Vokasi Bidang Pertanian untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang terampil dan siap mendukung ketahanan pangan nasional. Program ini diprioritaskan seiring pengembangan cetak sawah rakyat yang telah mencapai sekitar 26.437 hektare di Kalteng.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (6/8/2026).

Menurut Edy, program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kementerian Pertanian RI dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.

“Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan Kementerian Pertanian RI dalam mendukung program strategis nasional, terutama penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat. Pengembangan cetak sawah di Kalimantan Tengah kini telah mencapai sekitar 26.437 hektare, sehingga tantangan berikutnya adalah menyiapkan SDM yang mampu mengelola lahan tersebut secara profesional dan modern,” ujar Edy.

Dia menegaskan keberhasilan program cetak sawah tidak hanya bergantung pada luas lahan yang dibuka, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi mengelola pertanian secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Sekda Hadiri Safari Ramadan dan Kunker Kapolda Kalteng

“Kita memiliki karakteristik wilayah yang berbeda dengan daerah lain karena didominasi lahan rawa dan gambut. Oleh sebab itu, dibutuhkan SDM pertanian yang benar-benar memahami pengelolaan lahan tersebut sekaligus mampu memanfaatkan teknologi pertanian secara optimal,” katanya.

Edy menilai pendidikan vokasi menjadi solusi untuk mencetak lulusan yang siap bekerja karena lebih banyak mengedepankan praktik dibanding teori.

Electronic money exchangers listing

“Melalui pendidikan vokasi ini, kita ingin melahirkan petani-petani muda yang bukan hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dan mampu mengembangkan pertanian dengan pendekatan modern,” ungkapnya.

Dia juga mengakui masih banyak lulusan SMA maupun SMK yang lebih memilih bekerja di sektor perkebunan dan pertambangan. Karena itu, pemerintah ingin mengubah pola pikir generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek menjanjikan.

“Inilah tantangan yang harus kita jawab. Kita ingin anak-anak muda melihat bahwa sektor pertanian juga memiliki prospek yang menjanjikan dan mampu memberikan penghasilan yang baik apabila dikelola secara profesional,” tuturnya.

Selain membekali peserta dengan kemampuan teknis, Program D1 Vokasi Pertanian juga diarahkan untuk melahirkan wirausaha muda di sektor pertanian.

Baca Juga :  Tangani Banjir, Gubernur Kalteng Tegaskan untuk Tidak Meminta Bantuan Pengusaha

“Kita berharap mereka tidak sekadar menjadi tenaga kerja, tetapi juga dapat tumbuh sebagai wirausaha pertanian, termasuk nantinya bergabung dan berkembang melalui Brigade Pangan,” jelas Edy.

Dia menambahkan, regenerasi petani menjadi kebutuhan mendesak seiring terus bertambahnya kawasan pertanian di Kalteng. Di sisi lain, pembangunan sektor pertanian juga harus diikuti penguatan hilirisasi agar hasil panen memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Gabah yang dihasilkan petani jangan terus dijual keluar dengan harga rendah, kemudian kembali lagi dalam bentuk beras dengan nilai yang jauh lebih tinggi. Nilai tambah tersebut seharusnya dapat dinikmati masyarakat Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Edy mengajak pemerintah kabupaten dan kota mendorong lulusan SMA dan SMK mengikuti Program D1 Vokasi Pertanian sebagai bagian dari regenerasi petani. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian RI, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang mendukung percepatan pelaksanaan program tersebut.

“Apabila seluruh pihak bekerja bersama, mulai dari Pemerintah Provinsi, Kementerian Pertanian, perguruan tinggi hingga pemerintah kabupaten dan kota, saya optimistis Kalimantan Tengah akan memiliki SDM pertanian yang mampu mewujudkan daerah ini sebagai lumbung pangan nasional yang berdaya saing,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalteng mempercepat pelaksanaan Program Diploma I (D1) Vokasi Bidang Pertanian untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang terampil dan siap mendukung ketahanan pangan nasional. Program ini diprioritaskan seiring pengembangan cetak sawah rakyat yang telah mencapai sekitar 26.437 hektare di Kalteng.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (6/8/2026).

Menurut Edy, program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kementerian Pertanian RI dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.

Electronic money exchangers listing

“Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan Kementerian Pertanian RI dalam mendukung program strategis nasional, terutama penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat. Pengembangan cetak sawah di Kalimantan Tengah kini telah mencapai sekitar 26.437 hektare, sehingga tantangan berikutnya adalah menyiapkan SDM yang mampu mengelola lahan tersebut secara profesional dan modern,” ujar Edy.

Dia menegaskan keberhasilan program cetak sawah tidak hanya bergantung pada luas lahan yang dibuka, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi mengelola pertanian secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Sekda Hadiri Safari Ramadan dan Kunker Kapolda Kalteng

“Kita memiliki karakteristik wilayah yang berbeda dengan daerah lain karena didominasi lahan rawa dan gambut. Oleh sebab itu, dibutuhkan SDM pertanian yang benar-benar memahami pengelolaan lahan tersebut sekaligus mampu memanfaatkan teknologi pertanian secara optimal,” katanya.

Edy menilai pendidikan vokasi menjadi solusi untuk mencetak lulusan yang siap bekerja karena lebih banyak mengedepankan praktik dibanding teori.

“Melalui pendidikan vokasi ini, kita ingin melahirkan petani-petani muda yang bukan hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dan mampu mengembangkan pertanian dengan pendekatan modern,” ungkapnya.

Dia juga mengakui masih banyak lulusan SMA maupun SMK yang lebih memilih bekerja di sektor perkebunan dan pertambangan. Karena itu, pemerintah ingin mengubah pola pikir generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek menjanjikan.

“Inilah tantangan yang harus kita jawab. Kita ingin anak-anak muda melihat bahwa sektor pertanian juga memiliki prospek yang menjanjikan dan mampu memberikan penghasilan yang baik apabila dikelola secara profesional,” tuturnya.

Selain membekali peserta dengan kemampuan teknis, Program D1 Vokasi Pertanian juga diarahkan untuk melahirkan wirausaha muda di sektor pertanian.

Baca Juga :  Tangani Banjir, Gubernur Kalteng Tegaskan untuk Tidak Meminta Bantuan Pengusaha

“Kita berharap mereka tidak sekadar menjadi tenaga kerja, tetapi juga dapat tumbuh sebagai wirausaha pertanian, termasuk nantinya bergabung dan berkembang melalui Brigade Pangan,” jelas Edy.

Dia menambahkan, regenerasi petani menjadi kebutuhan mendesak seiring terus bertambahnya kawasan pertanian di Kalteng. Di sisi lain, pembangunan sektor pertanian juga harus diikuti penguatan hilirisasi agar hasil panen memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Gabah yang dihasilkan petani jangan terus dijual keluar dengan harga rendah, kemudian kembali lagi dalam bentuk beras dengan nilai yang jauh lebih tinggi. Nilai tambah tersebut seharusnya dapat dinikmati masyarakat Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Edy mengajak pemerintah kabupaten dan kota mendorong lulusan SMA dan SMK mengikuti Program D1 Vokasi Pertanian sebagai bagian dari regenerasi petani. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian RI, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang mendukung percepatan pelaksanaan program tersebut.

“Apabila seluruh pihak bekerja bersama, mulai dari Pemerintah Provinsi, Kementerian Pertanian, perguruan tinggi hingga pemerintah kabupaten dan kota, saya optimistis Kalimantan Tengah akan memiliki SDM pertanian yang mampu mewujudkan daerah ini sebagai lumbung pangan nasional yang berdaya saing,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru