Perpustakaan Daerah Kalteng Ramai Dikunjungi, Generasi Muda Dominasi Pengunjung

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebut perkembangan literasi masyarakat masih menunjukkan tren positif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Hal itu terlihat dari tingginya tingkat kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Daerah Kalteng yang mencapai 100 hingga 200 pengunjung setiap hari.

Kepala Dispursip Provinsi Kalteng Adiah Chandra Sari, mengatakan penilaian terbaru terhadap Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan tingkat kegemaran membaca tahun 2026 belum dilakukan.

Hasil penilaian tersebut biasanya diumumkan pada awal tahun berikutnya.

“Untuk tahun 2026 ini nanti penilaiannya dilakukan sampai akhir tahun dan biasanya dipublikasikan pada awal tahun 2027,” ujarnya, Selasa (2/6).

Menurut Adiah, salah satu indikator dalam penilaian IPLM adalah tingkat kunjungan ke perpustakaan serta pemanfaatan layanan perpustakaan digital oleh masyarakat.

Baca Juga :  Ini Kata Gubernur Agar Vaksinasi Berjalan Sukses

Ia menilai antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap layanan perpustakaan masih cukup tinggi.

Electronic money exchangers listing

Saat ini, kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kalimantan Tengah didominasi pelajar SMA dan mahasiswa.

“Rata-rata ada sekitar 100 sampai 200 kunjungan per hari. Bahkan jumlahnya bisa lebih banyak jika ada kunjungan rombongan dari sekolah-sekolah,” katanya.

Untuk meningkatkan minat masyarakat datang ke perpustakaan, pihaknya terus menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas literasi, seniman, serta perguruan tinggi.

Beragam kegiatan digelar di lingkungan perpustakaan, mulai dari pameran karya mahasiswa, peluncuran buku, pembacaan puisi, hingga kegiatan edukatif lainnya.

Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang mampu mengundang masyarakat untuk berkunjung sekaligus mengenal lebih dekat layanan perpustakaan.

Baca Juga :  Investasi di Kalteng Tembus Rp21 Triliun, Lampaui Target Nasional

Adiah juga menepis anggapan bahwa perkembangan digital menyebabkan minat literasi masyarakat menurun.

Menurutnya, layanan digital dan konvensional justru saling melengkapi dalam mendukung budaya membaca.

“Digital dan konvensional itu saling melengkapi. Membaca buku secara langsung memiliki pengalaman tersendiri karena pembaca bisa lebih fokus tanpa banyak gangguan seperti notifikasi atau konten lain yang muncul saat menggunakan perangkat digital,” jelasnya.

Karena itu, Dispursip Kalteng terus mengembangkan kedua layanan tersebut secara bersamaan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengakses sumber pengetahuan dan informasi. (*rif/ans/kpg)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebut perkembangan literasi masyarakat masih menunjukkan tren positif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Hal itu terlihat dari tingginya tingkat kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Daerah Kalteng yang mencapai 100 hingga 200 pengunjung setiap hari.

Kepala Dispursip Provinsi Kalteng Adiah Chandra Sari, mengatakan penilaian terbaru terhadap Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan tingkat kegemaran membaca tahun 2026 belum dilakukan.

Electronic money exchangers listing

Hasil penilaian tersebut biasanya diumumkan pada awal tahun berikutnya.

“Untuk tahun 2026 ini nanti penilaiannya dilakukan sampai akhir tahun dan biasanya dipublikasikan pada awal tahun 2027,” ujarnya, Selasa (2/6).

Menurut Adiah, salah satu indikator dalam penilaian IPLM adalah tingkat kunjungan ke perpustakaan serta pemanfaatan layanan perpustakaan digital oleh masyarakat.

Baca Juga :  Ini Kata Gubernur Agar Vaksinasi Berjalan Sukses

Ia menilai antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap layanan perpustakaan masih cukup tinggi.

Saat ini, kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kalimantan Tengah didominasi pelajar SMA dan mahasiswa.

“Rata-rata ada sekitar 100 sampai 200 kunjungan per hari. Bahkan jumlahnya bisa lebih banyak jika ada kunjungan rombongan dari sekolah-sekolah,” katanya.

Untuk meningkatkan minat masyarakat datang ke perpustakaan, pihaknya terus menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas literasi, seniman, serta perguruan tinggi.

Beragam kegiatan digelar di lingkungan perpustakaan, mulai dari pameran karya mahasiswa, peluncuran buku, pembacaan puisi, hingga kegiatan edukatif lainnya.

Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang mampu mengundang masyarakat untuk berkunjung sekaligus mengenal lebih dekat layanan perpustakaan.

Baca Juga :  Investasi di Kalteng Tembus Rp21 Triliun, Lampaui Target Nasional

Adiah juga menepis anggapan bahwa perkembangan digital menyebabkan minat literasi masyarakat menurun.

Menurutnya, layanan digital dan konvensional justru saling melengkapi dalam mendukung budaya membaca.

“Digital dan konvensional itu saling melengkapi. Membaca buku secara langsung memiliki pengalaman tersendiri karena pembaca bisa lebih fokus tanpa banyak gangguan seperti notifikasi atau konten lain yang muncul saat menggunakan perangkat digital,” jelasnya.

Karena itu, Dispursip Kalteng terus mengembangkan kedua layanan tersebut secara bersamaan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengakses sumber pengetahuan dan informasi. (*rif/ans/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru