Hadapi Karhutla, Pemko Palangka Raya Usulkan 42 Sumur Bor di Wilayah Rawan Kebakaran

“Di Petuk Katimpun sekarang sudah empat titik. Total rencananya sembilan titik,” ungkap Fairid.

Selain memastikan progres pemasangan sumur bor, Fairid mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait mengenai teknis pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, terdapat beberapa perbedaan teknis dalam proses pemasangan antara satu lokasi dengan lokasi lainnya yang perlu mendapat perhatian.

“Besok saya akan bertanya kepada Pak Dandim atau langsung Pak Pangdam terkait tindak lanjutnya, karena kebutuhan sumber air di sini cukup besar,” jelasnya.

Fairid menilai keberadaan sumur bor menjadi kebutuhan penting dalam penanganan karhutla, terutama untuk mempercepat akses air di wilayah yang jauh dari sumber air permanen.

Dengan tersedianya sumber air yang memadai, proses pemadaman diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif saat terjadi kebakaran.

Baca Juga :  Tingkatkan Literasi Digital Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi Secara Bijak dan Kreatif

Selain sumur bor, Pemko Palangka Raya juga mengusulkan sejumlah bantuan lain untuk mendukung penanganan karhutla, seperti alat pelindung diri (APD), sarana dan prasarana pemadaman, embung portabel, flexi tank, selang, hingga penambahan dukungan water bombing.

Electronic money exchangers listing

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau berlangsung. (adr)

“Di Petuk Katimpun sekarang sudah empat titik. Total rencananya sembilan titik,” ungkap Fairid.

Selain memastikan progres pemasangan sumur bor, Fairid mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait mengenai teknis pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, terdapat beberapa perbedaan teknis dalam proses pemasangan antara satu lokasi dengan lokasi lainnya yang perlu mendapat perhatian.

Electronic money exchangers listing

“Besok saya akan bertanya kepada Pak Dandim atau langsung Pak Pangdam terkait tindak lanjutnya, karena kebutuhan sumber air di sini cukup besar,” jelasnya.

Fairid menilai keberadaan sumur bor menjadi kebutuhan penting dalam penanganan karhutla, terutama untuk mempercepat akses air di wilayah yang jauh dari sumber air permanen.

Dengan tersedianya sumber air yang memadai, proses pemadaman diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif saat terjadi kebakaran.

Baca Juga :  Tingkatkan Literasi Digital Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi Secara Bijak dan Kreatif

Selain sumur bor, Pemko Palangka Raya juga mengusulkan sejumlah bantuan lain untuk mendukung penanganan karhutla, seperti alat pelindung diri (APD), sarana dan prasarana pemadaman, embung portabel, flexi tank, selang, hingga penambahan dukungan water bombing.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau berlangsung. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru