Dia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait mengenai perkembangan kualitas udara sebelum menentukan kebijakan lanjutan setelah 30 September 2026.
“Keputusan berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika kualitas udara membaik, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Namun apabila masih berisiko, tentu akan kami evaluasi kembali,” pungkasnya. (adr)
Dia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait mengenai perkembangan kualitas udara sebelum menentukan kebijakan lanjutan setelah 30 September 2026.
“Keputusan berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika kualitas udara membaik, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Namun apabila masih berisiko, tentu akan kami evaluasi kembali,” pungkasnya. (adr)