33.8 C
Jakarta
Wednesday, April 17, 2024

Banjir Palangka Raya Mulai Surut, Warga Kembali Ke Rumah

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Setelah sejumlah kawasan di Kota Palangka Raya yang terendam banjir selama kurang lebih 3 pekan terakhir, kini kondisi air perlahan mulai surut. Wilayah perumahan masyarakat dan akses jalan yang terendam, mulai kering.

"Sudah bisa dikatakan jika banjir di Palangka Raya sudah surut. Beberapa kelurahan yang terdampak kini tak lagi nampak air yang merendam rumah warga," kata Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Senin (27/9).

Disebutkan Emi  ,dari 17 kelurahan yang terdampak, rata-rata mengalami penurunan debit air antara 2 sampai 30 cm. Kondisi di lapangan per tanggal 27 September, dijelaskannya yang mengalami penurunan debit air antara lain Kelurahan Palangka dimana kondisi air pada pagi hari terjadi penurunan sekitar 20 cm dan rumah masyarakat tidak ada yang terendam.

Kemudian, di Kelurahan Bukit Tunggal dengan kondisi air pada pagi hari terjadi penurunan sekitar 30 cm, namun rumah masyarakat sebagian masih ada yang terendam. Di Kelurahan Petuk Ketimpun, kondisi air mengalami penurun sekitar 5 cm dan rumah masyarakat sebagian masih ada yang terendam.

Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Tak Buka Penerimaan CPNS Tahun Ini

Sedangkan di Kelurahan Tanjung Pinang, Emi ungkap, debit air saat ini ada penurunan sekitar 20 cm. Demikian pula Kelurahan Tumbang Rungan dan Pahandut Seberang yang debit airnya saat ini menurun.

Sementara itu, di Kelurahan Danau Tundai kondisi air terdapat penurunan sekitar 40 cm. Kelurahan Bereng Bengkel kondisi air terdapat penurunan sekitar 10 cm, Kelurahan Kalampangan sudah ada penurunan air sekitar 12 cm. Sedangkan di Kelurahan Kameloh Baru debit air sudah ada penurunan sekitar 20 cm-30 cm, serta Kelurahan Marang, debit air sudah ada penurunan sekitar 5 cm dimana aktifitas warga sudah kembali normal dan jalan penghubung Kelurahan Marang Baru dan Marang Lama sudah bisa dilewati.

Baca Juga :  Fairid Kukuhkan Anggota TPAKD Kota Palangka Raya

"Di Kelurahan Banturung, Tumbang Tahai, Tangkiling, dan Sei Gohong debit air sudah turun juga. Wilayah yang kondisi airnya masih bertahan hanya di Kelurahan Pahandut dan Langkai. Saat ini bisa dikatakan air hanya tergenang," jelas Emi.

Di sisi lain, Emi katakan  sejumlah posko darurat banjir yang dibangun telah ditutup. Seperti posko darurat banjir Jalan Kalimantan, SDN 1 Langkai, Jalan Arut dan Kelurahan Marang telah ditutup. Warga yang mengungsi pun sudah kembali kerumahnya masing-masing. 

"Posko yang masih bertahan hanya posko di BPBD, sebagai pusat kontrol kami terhadap kondisi air di Kota Palangka Raya. Semoga dalam beberapa hari kedepan debit air terus turun sehingga bencana banjir ini bisa segera berakhir tuntas," tutupnya.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Setelah sejumlah kawasan di Kota Palangka Raya yang terendam banjir selama kurang lebih 3 pekan terakhir, kini kondisi air perlahan mulai surut. Wilayah perumahan masyarakat dan akses jalan yang terendam, mulai kering.

"Sudah bisa dikatakan jika banjir di Palangka Raya sudah surut. Beberapa kelurahan yang terdampak kini tak lagi nampak air yang merendam rumah warga," kata Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Senin (27/9).

Disebutkan Emi  ,dari 17 kelurahan yang terdampak, rata-rata mengalami penurunan debit air antara 2 sampai 30 cm. Kondisi di lapangan per tanggal 27 September, dijelaskannya yang mengalami penurunan debit air antara lain Kelurahan Palangka dimana kondisi air pada pagi hari terjadi penurunan sekitar 20 cm dan rumah masyarakat tidak ada yang terendam.

Kemudian, di Kelurahan Bukit Tunggal dengan kondisi air pada pagi hari terjadi penurunan sekitar 30 cm, namun rumah masyarakat sebagian masih ada yang terendam. Di Kelurahan Petuk Ketimpun, kondisi air mengalami penurun sekitar 5 cm dan rumah masyarakat sebagian masih ada yang terendam.

Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Tak Buka Penerimaan CPNS Tahun Ini

Sedangkan di Kelurahan Tanjung Pinang, Emi ungkap, debit air saat ini ada penurunan sekitar 20 cm. Demikian pula Kelurahan Tumbang Rungan dan Pahandut Seberang yang debit airnya saat ini menurun.

Sementara itu, di Kelurahan Danau Tundai kondisi air terdapat penurunan sekitar 40 cm. Kelurahan Bereng Bengkel kondisi air terdapat penurunan sekitar 10 cm, Kelurahan Kalampangan sudah ada penurunan air sekitar 12 cm. Sedangkan di Kelurahan Kameloh Baru debit air sudah ada penurunan sekitar 20 cm-30 cm, serta Kelurahan Marang, debit air sudah ada penurunan sekitar 5 cm dimana aktifitas warga sudah kembali normal dan jalan penghubung Kelurahan Marang Baru dan Marang Lama sudah bisa dilewati.

Baca Juga :  Fairid Kukuhkan Anggota TPAKD Kota Palangka Raya

"Di Kelurahan Banturung, Tumbang Tahai, Tangkiling, dan Sei Gohong debit air sudah turun juga. Wilayah yang kondisi airnya masih bertahan hanya di Kelurahan Pahandut dan Langkai. Saat ini bisa dikatakan air hanya tergenang," jelas Emi.

Di sisi lain, Emi katakan  sejumlah posko darurat banjir yang dibangun telah ditutup. Seperti posko darurat banjir Jalan Kalimantan, SDN 1 Langkai, Jalan Arut dan Kelurahan Marang telah ditutup. Warga yang mengungsi pun sudah kembali kerumahnya masing-masing. 

"Posko yang masih bertahan hanya posko di BPBD, sebagai pusat kontrol kami terhadap kondisi air di Kota Palangka Raya. Semoga dalam beberapa hari kedepan debit air terus turun sehingga bencana banjir ini bisa segera berakhir tuntas," tutupnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru