PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya tengah mengkaji rencana peralihan kendaraan operasional berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik sebagai upaya menekan biaya operasional dan mendukung penggunaan energi ramah lingkungan.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan tingginya biaya BBM menjadi salah satu alasan utama munculnya wacana tersebut. Terutama untuk mendukung layanan publik seperti pengangkutan sampah.
“Anggaran pemerintah saat ini cukup banyak terkuras untuk pembelian BBM. Di Dinas Lingkungan Hidup misalnya, armada pengangkut sampah membutuhkan BBM untuk mengangkut sampah ke TPA,” katanya, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, kenaikan harga BBM turut memberikan tekanan terhadap anggaran daerah sehingga perlu dicari alternatif yang lebih efisien dalam jangka panjang.
“Dengan harga BBM yang terus meningkat, tentu ini menjadi beban yang cukup berat. Karena itu muncul wacana dari Pak Wali Kota yang sudah kami diskusikan bersama,” ujarnya.
Zaini menjelaskan, rencana tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong penggunaan kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan.
“Selain itu juga ada imbauan dari pemerintah pusat agar pemerintah daerah mulai menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik,” ucapnya.
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya tengah mengkaji rencana peralihan kendaraan operasional berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik sebagai upaya menekan biaya operasional dan mendukung penggunaan energi ramah lingkungan.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan tingginya biaya BBM menjadi salah satu alasan utama munculnya wacana tersebut. Terutama untuk mendukung layanan publik seperti pengangkutan sampah.
“Anggaran pemerintah saat ini cukup banyak terkuras untuk pembelian BBM. Di Dinas Lingkungan Hidup misalnya, armada pengangkut sampah membutuhkan BBM untuk mengangkut sampah ke TPA,” katanya, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, kenaikan harga BBM turut memberikan tekanan terhadap anggaran daerah sehingga perlu dicari alternatif yang lebih efisien dalam jangka panjang.
“Dengan harga BBM yang terus meningkat, tentu ini menjadi beban yang cukup berat. Karena itu muncul wacana dari Pak Wali Kota yang sudah kami diskusikan bersama,” ujarnya.
Zaini menjelaskan, rencana tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong penggunaan kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan.
“Selain itu juga ada imbauan dari pemerintah pusat agar pemerintah daerah mulai menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik,” ucapnya.