PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya menerima kunjungan kerja reses Tim Komisi IX DPR RI untuk membahas berbagai persoalan pelayanan dasar, khususnya di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan gizi. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Rabu (22/7/2026), dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Komisi IX DPR RI tersebut. Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Palangka Raya untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
“Kami menerima kunjungan dari Komisi IX. Dan yang pertama kami ucapkan terima kasih atas kunjungan kerja dari Komisi IX ke Pemerintah Kota Palangka Raya,” kata Fairid.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan bersama, mulai dari pelayanan kesehatan, ketenagakerjaan, hingga program gizi yang menjadi ruang lingkup kerja Komisi IX DPR RI.
“Tadi banyak diskusi kami beberapa hal, terutama dalam pelayanan-pelayanan dasar. Karena Komisi IX kan membawahi kesehatan, ketenagakerjaan, dan juga gizi,” ujarnya.
Selain membahas pelayanan dasar, Pemko Palangka Raya juga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang memerlukan dukungan pemerintah pusat. Salah satunya adalah pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan, termasuk kebutuhan tingkat kamar rumah sakit di Kota Palangka Raya. Implementasi Universal Health Coverage (UHC) juga menjadi salah satu isu yang dibahas karena berkaitan dengan pelayanan jaminan kesehatan masyarakat.
“Salah satu yang mungkin menjadi rekomendasinya adalah pemenuhan sarana prasarana. Karena kita kebutuhan tingkat kamar rumah sakit di Kota Palangka Raya. Kemudian juga yang masalah UHC itu nanti mungkin bisa dibicarakan, memang jadi isu nasional,” ungkapnya.
Fairid berharap hasil kunjungan kerja tersebut dapat menjadi bahan rekomendasi Komisi IX DPR RI kepada pemerintah pusat sehingga berbagai persoalan pelayanan dasar di Kota Palangka Raya dapat memperoleh solusi yang lebih komprehensif.
“Mudah-mudahan menjadi rekomendasi, dan bisa menjadikan solusi-solusi sebenarnya permasalahan-permasalahan yang ada di Kota Palangka Raya,” tutupnya. (adr)


