PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) menggelar sosialisasi program perbankan dan pembiayaan serta Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tahun 2026 di Ruang Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut.
“Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah tidak tinggal diam. Pendampingan kepada pelaku usaha tetap harus dilakukan, salah satunya melalui kerja sama dengan pihak perbankan,” ujar Plt. Kabid Industri DPKUKMP Kota Palangka Raya, Joko, Selasa (22/4/2026).
Sekitar 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hadir dalam kegiatan tersebut, meski jumlah itu masih sebagian kecil dari total sekitar 30 ribu pelaku usaha di Kota Palangka Raya.
“Pelaku usaha kita hampir 30 ribu, namun saat ini baru sekitar 100 yang bisa mengikuti kegiatan ini,” kata Kabid UMKM DPKUKMP Kota Palangka Raya, Rahmanita.
Dalam kegiatan itu, pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) memaparkan berbagai skema pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis mereka.
“Peserta yang hadir berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga jasa,” tambah Rahmanita.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membuka akses permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di tengah keterbatasan anggaran.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memahami peluang pembiayaan yang tersedia dan memanfaatkannya untuk meningkatkan skala usaha,” ujarnya.
Selain sosialisasi pembiayaan, pemerintah juga menyiapkan program lanjutan seperti pelatihan keterampilan, fasilitasi sertifikasi halal dan merek, serta dukungan promosi melalui pameran.
“Kegiatan serupa nantinya akan kembali digelar agar lebih banyak pelaku usaha di Kota Palangka Raya dapat terjangkau,” tutup Rahmanita. (adr)


