Harga Cabai Rawit Merah di Palangka Raya Turun Jadi Rp120 Ribu per Kilogram

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Harga cabai rawit merah di Kota Palangka Raya mulai menunjukkan tren penurunan setelah sempat melonjak hingga Rp150 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram.

Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal mengatakan, TPID bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya turun langsung ke Pasar Besar untuk memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan.

“Memang data pagi sudah kelihatan harga Rp120.000. Jadi sebenarnya itu harga sudah turun Rp120.000 di pasaran,” katanya saat ditemui usai pemantauan pasar.

Dia menjelaskan, lonjakan harga yang terjadi hingga mencapai Rp150 ribu per kilogram dipicu terganggunya pasokan cabai dari luar daerah. Kondisi cuaca dan faktor alam menyebabkan hasil panen menurun, sementara distribusi dari Jawa juga sempat terhambat.

Baca Juga :  Pertamax Turbo Nyaris Rp20 Ribu per Liter

“Pertama memang pasokan. Artinya kondisi cuaca ataupun kondisi alam sehingga banyak tanaman yang kurang bagus pasokannya,” ujarnya.

Selain itu, terganggunya jalur distribusi pasca insiden tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang menuju Kalimantan Selatan turut memengaruhi ketersediaan cabai di Palangka Raya.

“Setelah adanya musibah Kapal Virgo Transport 8 terbalik kemarin yang menuju Kalsel itu sangat berpengaruh terhadap pasokan sehingga tidak ada pasokan sampai ke Palangka Raya,” ungkap Samsul.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, saat pasokan dari Jawa terhambat, pasokan cabai yang masuk ke Palangka Raya hanya berasal dari Barabai, Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut membuat harga melonjak karena keterbatasan stok di pasaran.

Namun saat ini kondisi pasokan mulai membaik. Cabai dari Blitar dan Kediri, Jawa Timur, sudah kembali masuk ke Palangka Raya sehingga pasokan di pasar menjadi lebih banyak.

Baca Juga :  Reses Faridawaty, Warga Langkai Keluhkan Jalan Titian dan Usulan 10 Tahun Mandek

“Sekarang sudah datang cabai dari Blitar dan Kediri. Jadi hari ini di pasar ada dua pasokan, dari Blitar dan Kediri ada, terus dari Barabai ada. Harga riil sekarang Rp120.000,” jelasnya.

Berdasarkan data pemantauan TPID, harga cabai rawit merah turun sebesar 20 persen dari Rp150 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram. Sementara cabai merah keriting juga mengalami penurunan dari Rp100 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.

Meski demikian, Samsul mengakui harga cabai masih berada di atas harga normal yang biasanya berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

“Ini sudah melandai. Sudah lancar pengiriman. Mudah-mudahan satu-dua hari berturun terus lagi nanti,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Harga cabai rawit merah di Kota Palangka Raya mulai menunjukkan tren penurunan setelah sempat melonjak hingga Rp150 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram.

Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal mengatakan, TPID bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya turun langsung ke Pasar Besar untuk memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan.

“Memang data pagi sudah kelihatan harga Rp120.000. Jadi sebenarnya itu harga sudah turun Rp120.000 di pasaran,” katanya saat ditemui usai pemantauan pasar.

Electronic money exchangers listing

Dia menjelaskan, lonjakan harga yang terjadi hingga mencapai Rp150 ribu per kilogram dipicu terganggunya pasokan cabai dari luar daerah. Kondisi cuaca dan faktor alam menyebabkan hasil panen menurun, sementara distribusi dari Jawa juga sempat terhambat.

Baca Juga :  Pertamax Turbo Nyaris Rp20 Ribu per Liter

“Pertama memang pasokan. Artinya kondisi cuaca ataupun kondisi alam sehingga banyak tanaman yang kurang bagus pasokannya,” ujarnya.

Selain itu, terganggunya jalur distribusi pasca insiden tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang menuju Kalimantan Selatan turut memengaruhi ketersediaan cabai di Palangka Raya.

“Setelah adanya musibah Kapal Virgo Transport 8 terbalik kemarin yang menuju Kalsel itu sangat berpengaruh terhadap pasokan sehingga tidak ada pasokan sampai ke Palangka Raya,” ungkap Samsul.

Menurutnya, saat pasokan dari Jawa terhambat, pasokan cabai yang masuk ke Palangka Raya hanya berasal dari Barabai, Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut membuat harga melonjak karena keterbatasan stok di pasaran.

Namun saat ini kondisi pasokan mulai membaik. Cabai dari Blitar dan Kediri, Jawa Timur, sudah kembali masuk ke Palangka Raya sehingga pasokan di pasar menjadi lebih banyak.

Baca Juga :  Reses Faridawaty, Warga Langkai Keluhkan Jalan Titian dan Usulan 10 Tahun Mandek

“Sekarang sudah datang cabai dari Blitar dan Kediri. Jadi hari ini di pasar ada dua pasokan, dari Blitar dan Kediri ada, terus dari Barabai ada. Harga riil sekarang Rp120.000,” jelasnya.

Berdasarkan data pemantauan TPID, harga cabai rawit merah turun sebesar 20 persen dari Rp150 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram. Sementara cabai merah keriting juga mengalami penurunan dari Rp100 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.

Meski demikian, Samsul mengakui harga cabai masih berada di atas harga normal yang biasanya berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

“Ini sudah melandai. Sudah lancar pengiriman. Mudah-mudahan satu-dua hari berturun terus lagi nanti,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru