Cegah Karhutla di Palangka Raya, Pemko Andalkan Sekat Kanal dan Sumur Bor

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyekat kanal dan menjaga gambut tetap basah.

Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko gambut mengering yang dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan membutuhkan perhatian lebih.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Ir. H. Achmad Zaini, M.P., mengatakan penyekatan kanal dilakukan agar air tidak langsung mengalir keluar, tetapi dapat menyebar ke sisi kanan dan kiri kanal sehingga membasahi kawasan gambut di sekitarnya. Pernyataan tersebut disampaikan Zaini, Selasa (18/8/2026).

“Untuk meminimalisir terjadinya kebakaran, gambut itu harus dibuat kedap air. Salah satunya melalui penutupan atau penyekatan kanal,” ujar Zaini.

Menurutnya, sekat kanal menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan kelembapan gambut. Saat air terkumpul dan menyebar ke area sekitarnya, kondisi gambut diharapkan tidak cepat kering sehingga potensi terjadinya karhutla dapat ditekan.

Baca Juga :  Perusahaan di Palangka Raya Wajib Laporkan CSR

Upaya serupa sebelumnya telah dilakukan pada sejumlah saluran besar, termasuk di kawasan Taman Nasional dan kawasan Eks-PLG. Penabatan kanal tersebut diarahkan untuk membantu mempertahankan kondisi kawasan gambut agar tidak mudah terbakar.

“Harapan kita, pada saat air banyak, air itu bisa menyebar ke kanan dan kiri sehingga gambut tetap basah dan tidak kering,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Namun, kondisi kanal di wilayah perkotaan Palangka Raya tidak sama dengan kawasan yang memiliki saluran besar. Zaini menyebut kanal di dalam kota lebih banyak berupa parit, sehingga penanganannya lebih diarahkan pada langkah-langkah pencegahan.

“Kalau di Kota Palangkaraya, kita tidak ada sekat besar. Hanya parit-parit saja. Jadi memang kita lebih ke pencegahan,” jelasnya.

Selain penyekatan kanal, Pemko Palangka Raya juga menginventarisasi sumur bor yang sebelumnya telah dibangun. Sumur yang masih berfungsi akan kembali dimanfaatkan untuk mendukung penanganan maupun pencegahan karhutla.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Kahayan Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19

Zaini menambahkan, tim di lapangan juga membuat sumur bor di sejumlah lokasi, termasuk saat kegiatan pemadaman berlangsung. Keberadaan sumur bor diharapkan dapat menyediakan sumber air yang lebih mudah digunakan ketika terjadi kebakaran sekaligus mendukung upaya pencegahan.

Di sisi lain, ia menekankan pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lahan agar tidak terbakar juga menjadi bagian penting, mengingat wilayah Palangka Raya masih memiliki area lahan yang cukup luas.

Karena itu, upaya menjaga gambut tetap basah, memanfaatkan kembali sumur bor dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat perlu berjalan bersama untuk menekan potensi karhutla di Palangka Raya. (mg3)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyekat kanal dan menjaga gambut tetap basah.

Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko gambut mengering yang dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan membutuhkan perhatian lebih.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Ir. H. Achmad Zaini, M.P., mengatakan penyekatan kanal dilakukan agar air tidak langsung mengalir keluar, tetapi dapat menyebar ke sisi kanan dan kiri kanal sehingga membasahi kawasan gambut di sekitarnya. Pernyataan tersebut disampaikan Zaini, Selasa (18/8/2026).

Electronic money exchangers listing

“Untuk meminimalisir terjadinya kebakaran, gambut itu harus dibuat kedap air. Salah satunya melalui penutupan atau penyekatan kanal,” ujar Zaini.

Menurutnya, sekat kanal menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan kelembapan gambut. Saat air terkumpul dan menyebar ke area sekitarnya, kondisi gambut diharapkan tidak cepat kering sehingga potensi terjadinya karhutla dapat ditekan.

Baca Juga :  Perusahaan di Palangka Raya Wajib Laporkan CSR

Upaya serupa sebelumnya telah dilakukan pada sejumlah saluran besar, termasuk di kawasan Taman Nasional dan kawasan Eks-PLG. Penabatan kanal tersebut diarahkan untuk membantu mempertahankan kondisi kawasan gambut agar tidak mudah terbakar.

“Harapan kita, pada saat air banyak, air itu bisa menyebar ke kanan dan kiri sehingga gambut tetap basah dan tidak kering,” katanya.

Namun, kondisi kanal di wilayah perkotaan Palangka Raya tidak sama dengan kawasan yang memiliki saluran besar. Zaini menyebut kanal di dalam kota lebih banyak berupa parit, sehingga penanganannya lebih diarahkan pada langkah-langkah pencegahan.

“Kalau di Kota Palangkaraya, kita tidak ada sekat besar. Hanya parit-parit saja. Jadi memang kita lebih ke pencegahan,” jelasnya.

Selain penyekatan kanal, Pemko Palangka Raya juga menginventarisasi sumur bor yang sebelumnya telah dibangun. Sumur yang masih berfungsi akan kembali dimanfaatkan untuk mendukung penanganan maupun pencegahan karhutla.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Kahayan Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19

Zaini menambahkan, tim di lapangan juga membuat sumur bor di sejumlah lokasi, termasuk saat kegiatan pemadaman berlangsung. Keberadaan sumur bor diharapkan dapat menyediakan sumber air yang lebih mudah digunakan ketika terjadi kebakaran sekaligus mendukung upaya pencegahan.

Di sisi lain, ia menekankan pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lahan agar tidak terbakar juga menjadi bagian penting, mengingat wilayah Palangka Raya masih memiliki area lahan yang cukup luas.

Karena itu, upaya menjaga gambut tetap basah, memanfaatkan kembali sumur bor dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat perlu berjalan bersama untuk menekan potensi karhutla di Palangka Raya. (mg3)

Terpopuler

Artikel Terbaru