PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat dan daerah berdampak pada penurunan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik yang diterima Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya pada tahun 2026.
“Pada 2025 kami menerima DAK Nonfisik sekitar Rp750 juta, sedangkan pada 2026 turun menjadi kurang lebih Rp400 juta karena adanya kebijakan efisiensi anggaran,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispursip Kota Palangka Raya, Yohn Benhur Gohan Pangaribuan, Sabtu (17/1/2026).
Penurunan anggaran tersebut terjadi meskipun Dispursip Kota Palangka Raya tetap mendapatkan dukungan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui skema DAK Nonfisik.
“Selama ini alokasi anggaran kami memang relatif terbatas dibandingkan perangkat daerah lain, namun dukungan dari Perpusnas tetap kami terima,” ujarnya.
Benhur menjelaskan, DAK Nonfisik tidak diperuntukkan bagi pembangunan fisik, melainkan difokuskan untuk pengembangan perpustakaan dan peningkatan literasi masyarakat.
“Seluruh anggaran digunakan untuk kegiatan seperti lomba literasi, bimbingan teknis, serta peningkatan kapasitas pegiat literasi dan pengelola perpustakaan,” lanjutnya.
Dengan anggaran yang lebih kecil pada 2026, Dispursip Kota Palangka Raya memprioritaskan program-program yang dinilai paling efektif dan memiliki jangkauan langsung kepada masyarakat.
“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghentikan upaya peningkatan minat baca, karena tujuan utama dukungan ini adalah meningkatkan kegemaran membaca dan indeks pembangunan literasi masyarakat,” tutupnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat dan daerah berdampak pada penurunan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik yang diterima Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya pada tahun 2026.
“Pada 2025 kami menerima DAK Nonfisik sekitar Rp750 juta, sedangkan pada 2026 turun menjadi kurang lebih Rp400 juta karena adanya kebijakan efisiensi anggaran,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispursip Kota Palangka Raya, Yohn Benhur Gohan Pangaribuan, Sabtu (17/1/2026).
Penurunan anggaran tersebut terjadi meskipun Dispursip Kota Palangka Raya tetap mendapatkan dukungan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui skema DAK Nonfisik.
“Selama ini alokasi anggaran kami memang relatif terbatas dibandingkan perangkat daerah lain, namun dukungan dari Perpusnas tetap kami terima,” ujarnya.
Benhur menjelaskan, DAK Nonfisik tidak diperuntukkan bagi pembangunan fisik, melainkan difokuskan untuk pengembangan perpustakaan dan peningkatan literasi masyarakat.
“Seluruh anggaran digunakan untuk kegiatan seperti lomba literasi, bimbingan teknis, serta peningkatan kapasitas pegiat literasi dan pengelola perpustakaan,” lanjutnya.
Dengan anggaran yang lebih kecil pada 2026, Dispursip Kota Palangka Raya memprioritaskan program-program yang dinilai paling efektif dan memiliki jangkauan langsung kepada masyarakat.
“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghentikan upaya peningkatan minat baca, karena tujuan utama dukungan ini adalah meningkatkan kegemaran membaca dan indeks pembangunan literasi masyarakat,” tutupnya. (adr)