PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya meluncurkan layanan bus oksigen keliling gratis untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Program yang merupakan bagian dari upaya Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, dalam menangani dampak karhutla tersebut diluncurkan di Puskesmas Menteng, Jumat (16/10/2026), melalui kolaborasi Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya.
Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan bus oksigen keliling disiapkan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak kabut asap tebal.
“Ini salah satu program yang jemput bola. Artinya, begitu ada kejadian, ada kebakaran, nantinya bus ini akan datang dan bisa melayani warga yang terdampak kabut asap,” ujarnya.
Dia menjelaskan, layanan tersebut menjadi strategi tambahan untuk melengkapi fasilitas rumah oksigen dan puskesmas yang telah disiapkan pemerintah kota. Melalui bus keliling, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses pelayanan oksigen tanpa harus selalu mendatangi fasilitas kesehatan.
Pada tahap awal, pemerintah kota merencanakan pengoperasian dua bus yang akan ditempatkan di sejumlah titik sesuai kebutuhan. Penentuan lokasi pelayanan akan menyesuaikan kondisi lapangan, khususnya kawasan yang mengalami kabut asap tebal akibat karhutla.
Riduan menyebutkan, setiap bus dilengkapi tujuh tabung oksigen sehingga dapat melayani hingga tujuh orang dalam satu waktu. Pelayanan ini diberikan secara gratis dan dapat dimanfaatkan seluruh warga Kota Palangka Raya yang membutuhkan.
“Dengan strategi ini, banyak masyarakat yang bisa kita layani. Artinya, kita mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, mengatakan pihaknya mendukung program tersebut dengan menyediakan armada bus beserta pengemudi. Adapun peralatan medis dan tenaga kesehatan disiapkan oleh Dinkes.
“Dari Dinas Perhubungan, seperti yang disampaikan Pak Kadis Kesehatan tadi, kita berkolaborasi dan terus mendukung program Pak Wali Kota dalam rangka menurunkan tingkat ISPA di Kota Palangka Raya,” ungkap Hadi.
Dia menjelaskan, bus yang digunakan merupakan armada bus rapid transit (BRT) milik Dishub. Armada tersebut dinilai memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung pelayanan oksigen, seperti tempat tidur, tempat duduk, pendingin udara, serta ruang di dalam bus yang cukup luas.
“Jumlah armada dapat ditambah menjadi tiga hingga empat bus apabila dibutuhkan. Dishub saat ini memiliki lima unit bus yang berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan tersebut. Penambahan armada akan disesuaikan dengan kebutuhan dan koordinasi bersama Dinkes,” tambah Hadi.
Selain memberikan pelayanan oksigen, bus tersebut juga berpotensi membantu evakuasi warga apabila terjadi kebakaran yang mengancam kawasan permukiman. Dengan demikian, keberadaan bus oksigen keliling diharapkan dapat mempercepat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak karhutla di Kota Palangka Raya. (adr)


