Anggaran Rp10 miliar yang disiapkan Pemko Palangka Raya melalui Disdik nantinya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan prioritas sekolah, mulai dari pembangunan ruang kelas baru, pagar sekolah hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Untuk nominal yang akan diterima masing-masing sekolah belum bisa ditentukan karena masih harus melalui proses perencanaan dan penghitungan,” ungkap Fairid.
Menurutnya, kebutuhan setiap sekolah berbeda sehingga pemerintah tidak dapat menyamaratakan alokasi anggaran. Penentuan bantuan akan disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
“Kalau memang ada sekolah yang membutuhkan tambahan ruang kelas atau fasilitas tertentu, tentu akan menjadi perhatian pemerintah,” imbuhnya.
Saat ini Pemko Palangka Raya tengah memetakan sekitar 13 sekolah yang menjadi prioritas penanganan, terdiri atas satu TK, tiga SMP, dan sembilan SD.
Pendataan dilakukan melalui kunjungan langsung maupun laporan dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.
“Sekolah yang belum kami kunjungi bukan berarti tidak diperhatikan. Semua tetap didata agar kebutuhan mereka dapat masuk dalam perencanaan anggaran,” terangnya.
Dia menambahkan pemerintah berkomitmen memberikan perhatian kepada seluruh sekolah yang membutuhkan, baik yang berada di pusat kota maupun wilayah pinggiran.
“Jangan sampai ada sekolah yang tertinggal. Bantuan harus diberikan kepada sekolah yang benar-benar membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (adr)
Anggaran Rp10 miliar yang disiapkan Pemko Palangka Raya melalui Disdik nantinya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan prioritas sekolah, mulai dari pembangunan ruang kelas baru, pagar sekolah hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Untuk nominal yang akan diterima masing-masing sekolah belum bisa ditentukan karena masih harus melalui proses perencanaan dan penghitungan,” ungkap Fairid.
Menurutnya, kebutuhan setiap sekolah berbeda sehingga pemerintah tidak dapat menyamaratakan alokasi anggaran. Penentuan bantuan akan disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
“Kalau memang ada sekolah yang membutuhkan tambahan ruang kelas atau fasilitas tertentu, tentu akan menjadi perhatian pemerintah,” imbuhnya.
Saat ini Pemko Palangka Raya tengah memetakan sekitar 13 sekolah yang menjadi prioritas penanganan, terdiri atas satu TK, tiga SMP, dan sembilan SD.
Pendataan dilakukan melalui kunjungan langsung maupun laporan dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.
“Sekolah yang belum kami kunjungi bukan berarti tidak diperhatikan. Semua tetap didata agar kebutuhan mereka dapat masuk dalam perencanaan anggaran,” terangnya.
Dia menambahkan pemerintah berkomitmen memberikan perhatian kepada seluruh sekolah yang membutuhkan, baik yang berada di pusat kota maupun wilayah pinggiran.
“Jangan sampai ada sekolah yang tertinggal. Bantuan harus diberikan kepada sekolah yang benar-benar membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (adr)