PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) mengevaluasi pelayanan Puskesmas Menteng setelah viral keluhan seorang warga yang mengaku tidak mendapatkan pelayanan saat membawa bayinya berusia 13 hari untuk kontrol kesehatan.
Fairid mengatakan, laporan mengenai kejadian tersebut telah diterimanya dan langsung diteruskan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya agar menjadi perhatian dan tidak kembali terulang.
“Sudah, kalau menerima laporan dan sudah saya langsung teruskan ke Pak Kadis supaya tidak terulang lagi dan harus prima dalam melayani,” ujar Fairid, Jumat (9/10/2026).
Fairid telah meminta Kepala Dinas Kesehatan memberikan arahan kepada jajaran puskesmas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Intinya saya hanya meneruskan, memberikan arahan ke Pak Kadis, Pak Kadis agar supaya jajarannya jangan seperti itu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan membenarkan bahwa seorang pasien berinisial S datang ke Puskesmas Menteng sekitar pukul 10.31 WIB. Saat itu, puskesmas tersebut sedang melaksanakan rapat bulanan.
Riduan mengakui terdapat kekeliruan dalam pelayanan. Menurutnya, pasien seharusnya dapat dialihkan ke instalasi gawat darurat (IGD) yang beroperasi selama 24 jam, sehingga tetap berpeluang mendapatkan penanganan medis.
“Seharusnya pasien ibu itu dipindahkan, karena di IGD itu pasti ada dokter, ada bidan, ada perawat,” kata Riduan.
Dia menduga kendala komunikasi menjadi salah satu penyebab pasien akhirnya pulang. Riduan pun menyampaikan permohonan maaf atas nama Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
Riduan menjelaskan, jam operasional pelayanan puskesmas sesuai edaran wali kota berlangsung pukul 07.30 hingga 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan pukul 13.00 hingga 14.30 WIB.
Meski demikian, Dia kembali menegaskan bahwa Puskesmas Menteng memiliki layanan IGD selama 24 jam. Karena itu, pasien semestinya dapat dialihkan untuk memperoleh penanganan ketika pelayanan rawat jalan sedang terkendala kegiatan internal.
Sebagai tindak lanjut, Riduan menginstruksikan Kepala Puskesmas Menteng untuk mencari alamat pasien. Tim puskesmas yang terdiri atas kepala puskesmas, dokter, bidan, dan perawat kemudian mendatangi rumah pasien untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan pelayanan melalui program kunjungan rumah atau home care.
Riduan berharap kejadian tersebut menjadi bahan koreksi bagi Dinas Kesehatan dan seluruh jajaran puskesmas agar komunikasi serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik. (adr)


