PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Beredarnya sebuah video di media sosial yang melibatkan dua orang siswa beradegan mesra di lingkungan sekolah memicu respons amarah dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo.
Menyikapi insiden tersebut, ia memastikan bahwa permasalahan ini telah dituntaskan oleh pihak sekolah jauh hari sebelum videonya ramai diperbincangkan publik.
“Menanggapi video yang tersebar, saya sudah menghubungi kepala sekolah. Ternyata video tersebut ditemukan dan sudah ditangani sejak awal Juni 2026,” ujar Reza, Sabtu (20/6/2026).
Dari hasil penelusuran, rekaman itu memang diambil di area sekolah ketika jam istirahat berlangsung. Sebagai bentuk tindak lanjut dan pembinaan yang edukatif, pihak institusi pendidikan telah memanggil wali murid beserta para siswa yang bersangkutan guna memberikan pendampingan sekaligus sanksi teguran.
“Kedua belah pihak beserta orang tuanya sudah dipanggil dan telah diberikan tindakan serta sanksi yang sesuai. Kami juga menambahkan kewajiban bagi yang bersangkutan untuk wajib lapor kepada guru Bimbingan Konseling (BK) agar mendapatkan pembinaan dan pendampingan lebih lanjut,” jelasnya.
Meski insiden ini tidak terjadi di tengah proses belajar-mengajar, Disdik Kalteng menjadikan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi mendalam. Pihaknya juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena area sekolah seharusnya senantiasa menjadi zona aman yang mendukung perkembangan moral anak.
“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Walaupun terjadi saat jam istirahat dan bukan saat pembelajaran berlangsung, tetap saja kejadiannya berada dalam lingkungan sekolah dan menjadi perhatian kami untuk dilakukan evaluasi,” ujarnya.
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Beredarnya sebuah video di media sosial yang melibatkan dua orang siswa beradegan mesra di lingkungan sekolah memicu respons amarah dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo.
Menyikapi insiden tersebut, ia memastikan bahwa permasalahan ini telah dituntaskan oleh pihak sekolah jauh hari sebelum videonya ramai diperbincangkan publik.
“Menanggapi video yang tersebar, saya sudah menghubungi kepala sekolah. Ternyata video tersebut ditemukan dan sudah ditangani sejak awal Juni 2026,” ujar Reza, Sabtu (20/6/2026).
Dari hasil penelusuran, rekaman itu memang diambil di area sekolah ketika jam istirahat berlangsung. Sebagai bentuk tindak lanjut dan pembinaan yang edukatif, pihak institusi pendidikan telah memanggil wali murid beserta para siswa yang bersangkutan guna memberikan pendampingan sekaligus sanksi teguran.
“Kedua belah pihak beserta orang tuanya sudah dipanggil dan telah diberikan tindakan serta sanksi yang sesuai. Kami juga menambahkan kewajiban bagi yang bersangkutan untuk wajib lapor kepada guru Bimbingan Konseling (BK) agar mendapatkan pembinaan dan pendampingan lebih lanjut,” jelasnya.
Meski insiden ini tidak terjadi di tengah proses belajar-mengajar, Disdik Kalteng menjadikan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi mendalam. Pihaknya juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena area sekolah seharusnya senantiasa menjadi zona aman yang mendukung perkembangan moral anak.
“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Walaupun terjadi saat jam istirahat dan bukan saat pembelajaran berlangsung, tetap saja kejadiannya berada dalam lingkungan sekolah dan menjadi perhatian kami untuk dilakukan evaluasi,” ujarnya.