PJJ Palangka Raya Diperpanjang hingga 9 September, ISPU Masih di Atas 200

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta hingga 9 September 2026, karena kualitas udara akibat karhutla masih berada pada kategori sangat tidak sehat.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi PJJ pada 4–6 September 2026 dan pemantauan kualitas udara yang menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih di atas 200.

“Berdasarkan pemantauan kualitas udara, nilai ISPU di Kota Palangka Raya masih di atas 200 atau dalam kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini berisiko terhadap kesehatan, khususnya peserta didik dan kelompok rentan,” ujar Jayani, Senin (7/9/2026).

Baca Juga :  Palangka Raya Belum Terima Juklak Resmi Program Makan Bergizi Gratis

PJJ atau daring diperpanjang mulai 7 hingga 9 September 2026 untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan di tengah kondisi kabut asap.

“Kegiatan PJJ akan dievaluasi setiap tiga hari sekali dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara terdampak karhutla,” jelasnya.

Meski demikian, satuan pendidikan di wilayah dengan kualitas udara kategori baik hingga sedang diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik dan menerapkan protokol kesehatan.

Seluruh satuan pendidikan juga diminta tetap melaksanakan dan melaporkan kegiatan PJJ sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Kebijakan tersebut akan disesuaikan kembali apabila terjadi perubahan kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya. (adr)

Baca Juga :  Sejak Awal Tahun, 600 Kasus di Palangka Raya Ditangani Layanan Darurat 112

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta hingga 9 September 2026, karena kualitas udara akibat karhutla masih berada pada kategori sangat tidak sehat.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi PJJ pada 4–6 September 2026 dan pemantauan kualitas udara yang menunjukkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih di atas 200.

“Berdasarkan pemantauan kualitas udara, nilai ISPU di Kota Palangka Raya masih di atas 200 atau dalam kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini berisiko terhadap kesehatan, khususnya peserta didik dan kelompok rentan,” ujar Jayani, Senin (7/9/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Palangka Raya Belum Terima Juklak Resmi Program Makan Bergizi Gratis

PJJ atau daring diperpanjang mulai 7 hingga 9 September 2026 untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan di tengah kondisi kabut asap.

“Kegiatan PJJ akan dievaluasi setiap tiga hari sekali dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara terdampak karhutla,” jelasnya.

Meski demikian, satuan pendidikan di wilayah dengan kualitas udara kategori baik hingga sedang diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik dan menerapkan protokol kesehatan.

Seluruh satuan pendidikan juga diminta tetap melaksanakan dan melaporkan kegiatan PJJ sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Kebijakan tersebut akan disesuaikan kembali apabila terjadi perubahan kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya. (adr)

Baca Juga :  Sejak Awal Tahun, 600 Kasus di Palangka Raya Ditangani Layanan Darurat 112

Terpopuler

Artikel Terbaru