Hotspot Karhutla Kalteng Menurun, Pemko Terus Bersinergi dan Berkolaborasi Meminimalisir Kebakaran

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO –  Pemerintah pusat terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng), yang menjadi salah satu dari enam provinsi prioritas dalam penanganan karhutla nasional tahun 2026.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini. Mengatakan hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi antara pemerintah dengan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan perizinan berusaha pemanfaatan hutan dalam penanggulangan dan penanganan puncak karhutla Tahun 2026 yang digelar secara daring, Senin (7/9/2026).

“Dalam rakor tadi disampaikan bahwa Kalimantan Tengah menjadi salah satu dari enam provinsi yang menjadi fokus penanganan karhutla. Kami juga mendapat paparan dari Kepala BNPB terkait progres penanganan di lapangan,” ujar Zaini.

Menurutnya. Salah satu langkah yang tengah disiapkan pemerintah pusat adalah rencana Menteri Kehutanan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkantor sementara di Kalimantan untuk memantau langsung perkembangan kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Operasi Pasar Murah Jadi Solusi Pengendalian Inflasi

“Pak Menteri Kehutanan menyampaikan bahwa ada rencana Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB akan berkantor di Kalimantan, agar dapat memantau langsung kondisi di lapangan dan mempercepat berbagai upaya penanganan,” katanya.

Dalam rakor tersebut juga dipaparkan perkembangan titik panas (hotspot) di Kalteng yang menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah pusat, jumlah hotspot turun dari 316 titik menjadi 263 titik.

“Indikator hotspot ini terlihat menurun. Namun Kalteng masih berada di urutan kedua di antara enam provinsi yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla,” ungkapnya.

Electronic money exchangers listing

Selain itu, pemerintah pusat juga mengingatkan bahwa fenomena El Nino yang terjadi pada 2026 diperkirakan memiliki karakteristik yang hampir serupa dengan kondisi El Nino tahun 2015 yang memicu karhutla besar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  BPBD Palangka Raya Intensif Patroli untuk Cegah Karhutla

“Tadi disampaikan bahwa fenomena El Nino tahun ini kurang lebih sama seperti tahun 2015 dan diperkirakan dapat berlangsung hingga akhir tahun. Karena itu seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan,” tegas Zaini.

Dia menambahkan, Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI, Polri, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat guna menekan potensi terjadinya karhutla selama musim kemarau.

“Yang terpenting adalah terus bersinergi dan berkolaborasi untuk meminimalisir kejadian kebakaran yang ada di Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO –  Pemerintah pusat terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng), yang menjadi salah satu dari enam provinsi prioritas dalam penanganan karhutla nasional tahun 2026.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini. Mengatakan hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi antara pemerintah dengan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan perizinan berusaha pemanfaatan hutan dalam penanggulangan dan penanganan puncak karhutla Tahun 2026 yang digelar secara daring, Senin (7/9/2026).

“Dalam rakor tadi disampaikan bahwa Kalimantan Tengah menjadi salah satu dari enam provinsi yang menjadi fokus penanganan karhutla. Kami juga mendapat paparan dari Kepala BNPB terkait progres penanganan di lapangan,” ujar Zaini.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya. Salah satu langkah yang tengah disiapkan pemerintah pusat adalah rencana Menteri Kehutanan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkantor sementara di Kalimantan untuk memantau langsung perkembangan kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Operasi Pasar Murah Jadi Solusi Pengendalian Inflasi

“Pak Menteri Kehutanan menyampaikan bahwa ada rencana Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB akan berkantor di Kalimantan, agar dapat memantau langsung kondisi di lapangan dan mempercepat berbagai upaya penanganan,” katanya.

Dalam rakor tersebut juga dipaparkan perkembangan titik panas (hotspot) di Kalteng yang menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah pusat, jumlah hotspot turun dari 316 titik menjadi 263 titik.

“Indikator hotspot ini terlihat menurun. Namun Kalteng masih berada di urutan kedua di antara enam provinsi yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah pusat juga mengingatkan bahwa fenomena El Nino yang terjadi pada 2026 diperkirakan memiliki karakteristik yang hampir serupa dengan kondisi El Nino tahun 2015 yang memicu karhutla besar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  BPBD Palangka Raya Intensif Patroli untuk Cegah Karhutla

“Tadi disampaikan bahwa fenomena El Nino tahun ini kurang lebih sama seperti tahun 2015 dan diperkirakan dapat berlangsung hingga akhir tahun. Karena itu seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan,” tegas Zaini.

Dia menambahkan, Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, TNI, Polri, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat guna menekan potensi terjadinya karhutla selama musim kemarau.

“Yang terpenting adalah terus bersinergi dan berkolaborasi untuk meminimalisir kejadian kebakaran yang ada di Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru