PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Memasuki awal Februari 2026, kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terpantau nihil. Kondisi ini dipengaruhi oleh curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah setempat.
Manager Pusdalops BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, menyampaikan bahwa hingga awal Februari belum ditemukan laporan kejadian karhutla.
“Untuk awal Februari 2026, sementara ini belum ada kejadian karhutla. Faktor utama karena intensitas hujan masih cukup sering,” ujar Balap Sipet pada Jumat (6/2/2025).
Meski demikian, BPBD Kota Palangka Raya tetap meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan rutin dan kesiapsiagaan personel.
Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan cuaca secara mendadak.
Balap Sipet juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap mematuhi aturan, terutama larangan membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kondisi saat ini memang terbantu oleh hujan, tetapi potensi karhutla tetap bisa muncul jika cuaca berubah. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” tegasnya.
BPBD berharap peran aktif masyarakat dalam melaporkan potensi kebakaran dapat membantu upaya pencegahan sejak dini. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Memasuki awal Februari 2026, kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terpantau nihil. Kondisi ini dipengaruhi oleh curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah setempat.
Manager Pusdalops BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, menyampaikan bahwa hingga awal Februari belum ditemukan laporan kejadian karhutla.
“Untuk awal Februari 2026, sementara ini belum ada kejadian karhutla. Faktor utama karena intensitas hujan masih cukup sering,” ujar Balap Sipet pada Jumat (6/2/2025).
Meski demikian, BPBD Kota Palangka Raya tetap meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan rutin dan kesiapsiagaan personel.
Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan cuaca secara mendadak.
Balap Sipet juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap mematuhi aturan, terutama larangan membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kondisi saat ini memang terbantu oleh hujan, tetapi potensi karhutla tetap bisa muncul jika cuaca berubah. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” tegasnya.
BPBD berharap peran aktif masyarakat dalam melaporkan potensi kebakaran dapat membantu upaya pencegahan sejak dini. (jef)