PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya. Menegaskan bahwa seluruh data calon peserta didik pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, tetap melalui proses verifikasi manual.
Menyusul munculnya sorotan di media sosial terkait hasil seleksi jalur domisili di SMP Negeri 1 Palangka Raya.
“Ini biasanya kendala tarikan server. Saat proses penitikan lokasi kemarin juga banyak kendala karena akurasi map sering melenceng,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, Sabtu (4/7/2026).
Sorotan tersebut muncul setelah beredar unggahan yang mempertanyakan adanya sejumlah calon peserta didik dengan jarak domisili yang sama menuju SMP Negeri 1 Palangka Raya, sehingga memunculkan dugaan manipulasi titik koordinat alamat.
“Jarak di aplikasi bukan keputusan akhir. Tim tetap melakukan verifikasi manual dengan mencocokkan alamat pada Kartu Keluarga,” ujarnya.
Vico mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran terhadap data yang dipersoalkan dengan mencocokkan informasi pada sistem dengan dokumen Kartu Keluarga milik peserta didik.
“Sebagai contoh, ada dua calon peserta didik yang sama-sama tercatat berjarak 279 meter dari sekolah. Setelah diverifikasi, keduanya memang tinggal di kawasan yang sama meskipun nomor rumahnya berbeda,” lanjutnya.
Menurutnya. Kondisi tersebut memungkinkan sistem membaca titik koordinat yang sama atau sangat berdekatan sehingga menghasilkan jarak yang identik pada aplikasi pendaftaran.
“Karena itu, kesamaan jarak maupun titik koordinat tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya manipulasi data,” tegasnya.
Dia menjelaskan bahwa proses pengambilan titik koordinat saat pendaftaran dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kualitas jaringan internet dan tingkat akurasi aplikasi peta yang digunakan.
“Betul. Ada tim verifikator yang melakukan validasi ulang secara manual terhadap seluruh berkas yang diusulkan calon siswa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menjadikan polemik yang berkembang di media sosial. Sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun mendatang.
“Situasi ini menjadi pelajaran sekaligus evaluasi bagi kami. Ke depan, infrastruktur aplikasi akan ditingkatkan agar pembacaan koordinat domisili semakin akurat sehingga pelayanan kepada masyarakat dalam pelaksanaan SPMB juga menjadi lebih baik,” pungkas Vico. (adr)


