Pawai Pembangunan Sukamara 2026 Momentum Menampilkan Berbagai Potensi Daerah

SUKAMARA, PROKALTENG.CO – Pawai Pembangunan Kabupaten Sukamara Tahun 2026 berlangsung meriah di Halaman Masjid Agung Sukamara, Sabtu (29/8/2026) lalu.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sekaligus momentum untuk menampilkan berbagai potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Sukamara.

Bupati Sukamara Masduki mengatakan, pawai pembangunan tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan saja. Tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, sekaligus semangat dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan.

Masduki mengapresiasi seluruh peserta yang telah menampilkan beragam kreativitas, inovasi, seni, budaya, adat istiadat, serta pakaian dan busana daerah.

“Pembangunan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia, pelestarian budaya, dan penguatan identitas daerah,” ujar Masduki

Baca Juga :  Sarpras Sudah Cukup Memadai, Sukamara Berharap Bebas dari Karhutla di Tahun 2025

Dia menekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan destinasi wisata, peningkatan kebersihan dan kenyamanan, serta penguatan kreativitas masyarakat melalui kuliner, kerajinan, produk UMKM, seni dan budaya lokal dinilai dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam Sukamara, tetapi juga dapat merasakan keramahan masyarakat serta kekayaan budaya dan keunikan daerah,” bebernya.

Electronic money exchangers listing

Bupati Masduki juga mengingatkan masyarakat mengenai musim kemarau yang cukup panjang dan cuaca yang relatif kering. Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi kekeringan, termasuk dampak el nino sebagaimana informasi dan pemantauan BMKG.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat Sukamara untuk tidak membuka maupun mengolah lahan dengan cara membakar. Kondisi lahan yang kering membuat api mudah menjalar dan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan,” tandasnya. (iza/kpg)

Baca Juga :  Ikuti KPPD Lemhannas, Bupati Sukamara Komitmen Perkuat Kualitas Pelayanan Publik

SUKAMARA, PROKALTENG.CO – Pawai Pembangunan Kabupaten Sukamara Tahun 2026 berlangsung meriah di Halaman Masjid Agung Sukamara, Sabtu (29/8/2026) lalu.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sekaligus momentum untuk menampilkan berbagai potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Sukamara.

Bupati Sukamara Masduki mengatakan, pawai pembangunan tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan saja. Tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, sekaligus semangat dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan.

Electronic money exchangers listing

Masduki mengapresiasi seluruh peserta yang telah menampilkan beragam kreativitas, inovasi, seni, budaya, adat istiadat, serta pakaian dan busana daerah.

“Pembangunan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia, pelestarian budaya, dan penguatan identitas daerah,” ujar Masduki

Baca Juga :  Sarpras Sudah Cukup Memadai, Sukamara Berharap Bebas dari Karhutla di Tahun 2025

Dia menekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan destinasi wisata, peningkatan kebersihan dan kenyamanan, serta penguatan kreativitas masyarakat melalui kuliner, kerajinan, produk UMKM, seni dan budaya lokal dinilai dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam Sukamara, tetapi juga dapat merasakan keramahan masyarakat serta kekayaan budaya dan keunikan daerah,” bebernya.

Bupati Masduki juga mengingatkan masyarakat mengenai musim kemarau yang cukup panjang dan cuaca yang relatif kering. Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi kekeringan, termasuk dampak el nino sebagaimana informasi dan pemantauan BMKG.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat Sukamara untuk tidak membuka maupun mengolah lahan dengan cara membakar. Kondisi lahan yang kering membuat api mudah menjalar dan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan,” tandasnya. (iza/kpg)

Baca Juga :  Ikuti KPPD Lemhannas, Bupati Sukamara Komitmen Perkuat Kualitas Pelayanan Publik

Terpopuler

Artikel Terbaru