PROKALTENG.CO – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Tumbang Nusa dan Desa Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Hingga hari ini, luasan lahan yang terdampak mencapai sekitar 104 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan proses pemadaman di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kebakaran di tanah mineral.
“Karhutla ini merupakan peristiwa yang cukup berat. Kami terus melakukan upaya pemadaman bersama tim gabungan. Dinamika di lapangan, api bisa padam di permukaan, tetapi bara masih berada di bawah,” ujarnya saat ditemui awak media pada Jumat (31/7/2026).
Menurut Herman. Kedalaman gambut yang mencapai 4 hingga 8 meter, bahkan di sejumlah titik lebih dalam lagi, membuat petugas harus memastikan bara benar-benar padam agar tidak kembali muncul ke permukaan.
“Di lahan gambut penanganannya harus lebih detail dan intens. Kami harus memastikan api benar-benar padam sehingga tidak muncul kembali,” katanya.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh personel gabungan yang hingga kini terus berjibaku di lapangan.
“Ini kerja keras bersama. Ke depan kami berharap sinergi seluruh pihak semakin kuat dalam penanganan karhutla,” tutupnya. (jef)
PROKALTENG.CO – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Tumbang Nusa dan Desa Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Hingga hari ini, luasan lahan yang terdampak mencapai sekitar 104 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan proses pemadaman di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kebakaran di tanah mineral.
“Karhutla ini merupakan peristiwa yang cukup berat. Kami terus melakukan upaya pemadaman bersama tim gabungan. Dinamika di lapangan, api bisa padam di permukaan, tetapi bara masih berada di bawah,” ujarnya saat ditemui awak media pada Jumat (31/7/2026).
Menurut Herman. Kedalaman gambut yang mencapai 4 hingga 8 meter, bahkan di sejumlah titik lebih dalam lagi, membuat petugas harus memastikan bara benar-benar padam agar tidak kembali muncul ke permukaan.
“Di lahan gambut penanganannya harus lebih detail dan intens. Kami harus memastikan api benar-benar padam sehingga tidak muncul kembali,” katanya.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh personel gabungan yang hingga kini terus berjibaku di lapangan.
“Ini kerja keras bersama. Ke depan kami berharap sinergi seluruh pihak semakin kuat dalam penanganan karhutla,” tutupnya. (jef)