BPBD Pulang Pisau Dorong Inovasi Pengelolaan Gambut Bernilai Ekonomi

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – BPBD Kabupaten Pulang Pisau mendorong lahirnya inovasi pengelolaan lahan gambut yang tidak hanya berfokus pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, saat menghadiri siaran pers Forum Tim Darurat Karhutla (TDK) Kahayan Hilir di Wattacoffee Ray 2, belum lama ini.

Menurut Herman, tantangan terbesar saat ini adalah menemukan pola pengelolaan gambut yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

“Ke depan, kondisi gambut ini perlu dibuat sebuah inovasi. Jangan hanya dipandang sebagai sumber kekhawatiran. Gambut juga bisa diolah dan dimanfaatkan, tentu dengan kajian yang tepat,” ujarnya.

Baca Juga :  SMAN Pandih Batu Dinilai Layak Laksanakan PTM

Herman menilai keberadaan Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan (KPSHK) dapat menjadi mitra strategis dalam merumuskan berbagai terobosan tersebut. Organisasi itu dinilai memiliki pengalaman dan kajian yang dapat menjadi referensi dalam mengembangkan pengelolaan gambut berkelanjutan.

Menurutnya, kajian ilmiah sangat diperlukan agar masyarakat tidak lagi merasa waswas tinggal di kawasan gambut. Sebaliknya, lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa merusak fungsi ekologisnya.

Ia juga meyakini peningkatan kesejahteraan masyarakat akan berbanding lurus dengan meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan. Ketika kebutuhan ekonomi terpenuhi, kesadaran untuk menjaga ekosistem gambut akan tumbuh secara alami.

Electronic money exchangers listing

“Saya yakin ketika masyarakat sudah kuat secara ekonomi dan memiliki kepedulian terhadap gambut, maka dengan sendirinya mereka akan menjaga lingkungannya,” tegas Herman.

Baca Juga :  Pemkab Pulpis Optimalkan BPHTB Untuk Dongkrak PAD

Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, KPSHK, dan masyarakat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan solusi pengelolaan gambut yang tidak hanya efektif mencegah karhutla, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat setempat. (art/kpg)

 

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – BPBD Kabupaten Pulang Pisau mendorong lahirnya inovasi pengelolaan lahan gambut yang tidak hanya berfokus pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, saat menghadiri siaran pers Forum Tim Darurat Karhutla (TDK) Kahayan Hilir di Wattacoffee Ray 2, belum lama ini.

Menurut Herman, tantangan terbesar saat ini adalah menemukan pola pengelolaan gambut yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

Electronic money exchangers listing

“Ke depan, kondisi gambut ini perlu dibuat sebuah inovasi. Jangan hanya dipandang sebagai sumber kekhawatiran. Gambut juga bisa diolah dan dimanfaatkan, tentu dengan kajian yang tepat,” ujarnya.

Baca Juga :  SMAN Pandih Batu Dinilai Layak Laksanakan PTM

Herman menilai keberadaan Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan (KPSHK) dapat menjadi mitra strategis dalam merumuskan berbagai terobosan tersebut. Organisasi itu dinilai memiliki pengalaman dan kajian yang dapat menjadi referensi dalam mengembangkan pengelolaan gambut berkelanjutan.

Menurutnya, kajian ilmiah sangat diperlukan agar masyarakat tidak lagi merasa waswas tinggal di kawasan gambut. Sebaliknya, lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa merusak fungsi ekologisnya.

Ia juga meyakini peningkatan kesejahteraan masyarakat akan berbanding lurus dengan meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan. Ketika kebutuhan ekonomi terpenuhi, kesadaran untuk menjaga ekosistem gambut akan tumbuh secara alami.

“Saya yakin ketika masyarakat sudah kuat secara ekonomi dan memiliki kepedulian terhadap gambut, maka dengan sendirinya mereka akan menjaga lingkungannya,” tegas Herman.

Baca Juga :  Pemkab Pulpis Optimalkan BPHTB Untuk Dongkrak PAD

Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, KPSHK, dan masyarakat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan solusi pengelolaan gambut yang tidak hanya efektif mencegah karhutla, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat setempat. (art/kpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru