NANGA BULIK, PROKALTENG.CO– Masyarakat Kabupaten Lamandau diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Dalam sepekan terakhir, tercatat adanya kenaikan signifikan jumlah pasien yang harus menjalani perawatan medis akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Direktur RSUD Gusti Abdul Gani, dr. Mardoni, mengungkapkan bahwa tren peningkatan pasien mulai terlihat sejak 11 Maret lalu. Hingga Kamis (26/3), tercatat sebanyak 17 pasien DBD telah dirawat dalam kurun waktu satu minggu terakhir.
“Dari total tersebut, enam pasien hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” ujar dr. Mardoni, Sabtu (28/3) kepada Wartawan.
Data Sebaran Kasus (Januari – Maret 2026) Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau mencatat total 51 kasus sejak awal tahun hingga 24 Maret 2026. Kecamatan Bulik menjadi wilayah dengan konsentrasi kasus tertinggi.
Tabel Sebaran Kasus per Kecamatan:
- Kecamatan Bulik = 46 kasus
- Sematu Jaya =2 kasus
- Lamandau = 2 kasus
- Batang Kawa = 1 kasus
Jadi Total = 51 kasus.
Secara bulanan, grafik menunjukkan tren yang terus merangkak naik: 12 kasus di bulan Januari, 19 kasus di Februari, dan sudah menyentuh 20 kasus hingga medio Maret.
Menanggapi peningkatan ini, Kepala Bidang P2M Dinas Kesehatan Lamandau, dr. Pippy Yulianti, menjelaskan bahwa pihaknya belum melakukan pengasapan (fogging) secara massal. Selain karena keterbatasan anggaran, fogging dinilai bukan senjata utama memutus rantai penularan.
“Jika dilakukan, fogging akan diprioritaskan pada lokasi dengan kasus tinggi. Namun perlu diingat, masyarakat tidak boleh hanya bergantung pada itu,” tegas dr. Pippy.
Dinas Kesehatan mengimbau warga untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala. Demam tinggi mendadak (2–7 hari), Nyeri kepala hebat dan nyeri di belakang mata, nyeri otot, sendi, mual, dan muntah dan muncul bintik merah, mimisan, atau gusi berdarah.
“Cuaca yang tidak menentu hujan lebat diikuti panas terik menciptakan genangan air di barang bekas yang menjadi sarang ideal jentik nyamuk. Solusi paling efektif adalah gerakan PSN 3M Plus yaitu Menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air dan mendaur ulang barang bekas serta gunakan kelambu saat tidur,” tuturnya.(bib)


