Cuaca Panas Ekstrem, Tim Gabungan BPBD Lamandau Ekstra Keras Padamkan Karhutla di Beberapa Titik

PROKALTENG.CO — Cuaca terik dan angin kencang yang melanda Kabupaten Lamandau dalam beberapa hari terakhir membuat ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kian meningkat. Kondisi ini memaksa tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lamandau bersiap siaga tanpa henti guna menjinakkan si jago merah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, menuturkan bahwa peningkatan suhu udara memicu kemunculan titik api di beberapa wilayah. Salah satu area yang menjadi fokus penanganan intensif adalah Kecamatan Bulik.

Di Desa Beruta, Kecamatan Bulik, peristiwa kebakaran lahan kosong jenis tanah mineral dilaporkan terjadi sejak Kamis (23/7/2026). Api diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran simpukan kayu yang tak terkendali akibat hembusan angin kencang hingga meluas ke lahan sekitarnya.

“Penanganan di lokasi ini memerlukan waktu dan upaya ekstra selama dua hari berturut-turut,” ungkap Hendikel, kepada Wartawan, Sabtu (25/7) di Nanga Bulik.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Perkuat Mitigasi Karhutla Lewat Kolaborasi dan Inovasi Teknologi

Hari Pertama Kamis, 23 Juli 2026 Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama warga setempat bergerak ke lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dengan mengerahkan armada truk tangki, mobil slip on, hingga drone pemantau. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ±2 hektar. Namun, hingga pukul 20.36 WIB pemadaman terpaksa dihentikan sementara akibat kendala akses lokasi yang jauh, minimnya penerangan malam hari, dan faktor keselamatan personel.

Hari Kedua Jumat, 24 Juli 2026 Operasi penanganan dilanjutkan kembali mulai pukul 11.35 WIB. Dengan menggunakan mobil slip on dan pompa mesin apung dari sumber air parit galian, tim gabungan terus menyisir sisa-sisa api. Setelah perjuangan hingga pukul 19.55 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan secara total (kondisi padam 100%).

Baca Juga :  Karhutla Belum Terjadi, BPBD Palangka Raya Tetap Tingkatkan Kewaspadaan

Tim piket TRC BPBD Lamandau bersama personel Satpoldam juga merespons laporan kebakaran simpukan kayu di kawasan Jalan Batu Batanggui, Kecamatan Bulik.

Electronic money exchangers listing

“Tim terus bergerak mendapat informasi pada siang hari, petugas bergerak cepat ke lokasi pukul 13.45 WIB. Dengan dukungan 1 unit truk tangki penyuplai air dan mesin apung, area lahan seluas 0,2 hektar (70×30 meter) tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu singkat, yakni sekitar pukul 15.00 WIB tanpa kendala berarti,” tuturnya.

Pihak BPBD Kabupaten Lamandau mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah kayu secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang seperti saat ini.

“Kesadaran bersama dinilai sangat krusial untuk mencegah terjadinya bencana Karhutla yang lebih luas di wilayah Kabupaten Lamandau,” tandasnya. (bib)

PROKALTENG.CO — Cuaca terik dan angin kencang yang melanda Kabupaten Lamandau dalam beberapa hari terakhir membuat ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kian meningkat. Kondisi ini memaksa tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lamandau bersiap siaga tanpa henti guna menjinakkan si jago merah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, menuturkan bahwa peningkatan suhu udara memicu kemunculan titik api di beberapa wilayah. Salah satu area yang menjadi fokus penanganan intensif adalah Kecamatan Bulik.

Di Desa Beruta, Kecamatan Bulik, peristiwa kebakaran lahan kosong jenis tanah mineral dilaporkan terjadi sejak Kamis (23/7/2026). Api diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran simpukan kayu yang tak terkendali akibat hembusan angin kencang hingga meluas ke lahan sekitarnya.

Electronic money exchangers listing

“Penanganan di lokasi ini memerlukan waktu dan upaya ekstra selama dua hari berturut-turut,” ungkap Hendikel, kepada Wartawan, Sabtu (25/7) di Nanga Bulik.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Perkuat Mitigasi Karhutla Lewat Kolaborasi dan Inovasi Teknologi

Hari Pertama Kamis, 23 Juli 2026 Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama warga setempat bergerak ke lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dengan mengerahkan armada truk tangki, mobil slip on, hingga drone pemantau. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ±2 hektar. Namun, hingga pukul 20.36 WIB pemadaman terpaksa dihentikan sementara akibat kendala akses lokasi yang jauh, minimnya penerangan malam hari, dan faktor keselamatan personel.

Hari Kedua Jumat, 24 Juli 2026 Operasi penanganan dilanjutkan kembali mulai pukul 11.35 WIB. Dengan menggunakan mobil slip on dan pompa mesin apung dari sumber air parit galian, tim gabungan terus menyisir sisa-sisa api. Setelah perjuangan hingga pukul 19.55 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan secara total (kondisi padam 100%).

Baca Juga :  Karhutla Belum Terjadi, BPBD Palangka Raya Tetap Tingkatkan Kewaspadaan

Tim piket TRC BPBD Lamandau bersama personel Satpoldam juga merespons laporan kebakaran simpukan kayu di kawasan Jalan Batu Batanggui, Kecamatan Bulik.

“Tim terus bergerak mendapat informasi pada siang hari, petugas bergerak cepat ke lokasi pukul 13.45 WIB. Dengan dukungan 1 unit truk tangki penyuplai air dan mesin apung, area lahan seluas 0,2 hektar (70×30 meter) tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu singkat, yakni sekitar pukul 15.00 WIB tanpa kendala berarti,” tuturnya.

Pihak BPBD Kabupaten Lamandau mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah kayu secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang seperti saat ini.

“Kesadaran bersama dinilai sangat krusial untuk mencegah terjadinya bencana Karhutla yang lebih luas di wilayah Kabupaten Lamandau,” tandasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru