NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau, Dr. Rosmawati, memberikan imbauan keras kepada seluruh petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa para petugas wajib selalu siaga dan berada di tempat tugas guna memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu.
Langkah tegas ini diambil menyusul viralnya kabar mengenai salah satu oknum petugas Pustu yang kedapatan tidak berada di tempat saat jam pelayanan.
“Sebagai garda terdepan di tingkat desa, petugas harus memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan siaga melayani masyarakat tanpa penundaan, serta selalu menjalin komunikasi yang baik dengan perangkat desa (kepala desa/lurah), tokoh masyarakat, dan kader kesehatan setempat,” ujar Rosmawati, Senin (25/5).
Menyikapi kejadian tersebut, Rosmawati menyatakan bahwa pihak Dinas Kesehatan tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan bahwa jajarannya akan terus berbenah dan mengevaluasi sistem pengawasan di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Lanjutnya, Pustu sebagai fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat desa, memegang peran krusial dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan secara dini.
“Kami dari pihak Dinkes Lamandau juga mengharapkan peran aktif masyarakat dan perangkat desa untuk ikut mengawasi serta memberikan masukan yang membangun demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Bumi Bahaum Bakuba,” tandasnya. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau, Dr. Rosmawati, memberikan imbauan keras kepada seluruh petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa para petugas wajib selalu siaga dan berada di tempat tugas guna memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu.
Langkah tegas ini diambil menyusul viralnya kabar mengenai salah satu oknum petugas Pustu yang kedapatan tidak berada di tempat saat jam pelayanan.
“Sebagai garda terdepan di tingkat desa, petugas harus memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan siaga melayani masyarakat tanpa penundaan, serta selalu menjalin komunikasi yang baik dengan perangkat desa (kepala desa/lurah), tokoh masyarakat, dan kader kesehatan setempat,” ujar Rosmawati, Senin (25/5).
Menyikapi kejadian tersebut, Rosmawati menyatakan bahwa pihak Dinas Kesehatan tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan bahwa jajarannya akan terus berbenah dan mengevaluasi sistem pengawasan di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Lanjutnya, Pustu sebagai fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat desa, memegang peran krusial dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan secara dini.
“Kami dari pihak Dinkes Lamandau juga mengharapkan peran aktif masyarakat dan perangkat desa untuk ikut mengawasi serta memberikan masukan yang membangun demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Bumi Bahaum Bakuba,” tandasnya. (bib)