176 Kejadian Karhutla Terjadi di Lamandau, Luas Lahan Terbakar Capai 313,96 Hektare

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Sepanjang 2026, Kabupaten Lamandau mencatat sebanyak 176 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 23 September 2026, total luasan lahan yang terbakar mencapai 313,96 hektare dengan titik-titik api tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Lamandau.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel. Menurutnya, data kejadian karhutla yang masuk di Posko BPBD Lamandau merupakan akumulasi sepanjang 2026.

Sejak Januari, sejumlah kejadian karhutla telah tercatat dan meningkat drastis saat musim kemarau, terutama pada Juli hingga September.

“Dari data terbaru, hingga 23 September ini, total luasan lahan yang terbakar mencapai 313,96 hektare, dengan titik-titik api yang tersebar di hampir seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lamandau,” ungkapnya.

Baca Juga :  Suara Bass dari Lamandau Tembus Panggung Nasional

Hendikel melanjutkan, kondisi tersebut diperparah cuaca yang terus kering. Vegetasi berupa semak belukar dan ilalang menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar.

Sebagian lokasi kebakaran berada di kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus dan diketahui jauh lebih sulit dipadamkan. Bahkan, api berpotensi kembali menyala meski sebelumnya telah diredam.

“Berbagai upaya penanggulangan terus dilakukan secara maksimal dan terpadu. Tim gabungan yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, unsur TNI, Polri, serta masyarakat bahu-membahu turun ke lapangan melakukan pemadaman,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Meski demikian, petugas menghadapi sejumlah kendala saat melakukan pemadaman api. Di antaranya akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dan terjal serta jarak sumber air yang cukup jauh dari titik api.

Baca Juga :  Jelajahi Pesona Alam Batang Kawa, Bupati Lamandau Nikmati Wisata Air Terjun dan Durian

“Hal ini tentu memperlambat dan menyulitkan proses pemadaman agar api dapat segera dipadamkan sepenuhnya,” bebernya.

Masyarakat pun diimbau turut serta mencegah terulangnya kebakaran dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama membakar sampah atau sisa-sisa tanaman secara sembarangan. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Sepanjang 2026, Kabupaten Lamandau mencatat sebanyak 176 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 23 September 2026, total luasan lahan yang terbakar mencapai 313,96 hektare dengan titik-titik api tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Lamandau.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel. Menurutnya, data kejadian karhutla yang masuk di Posko BPBD Lamandau merupakan akumulasi sepanjang 2026.

Sejak Januari, sejumlah kejadian karhutla telah tercatat dan meningkat drastis saat musim kemarau, terutama pada Juli hingga September.

Electronic money exchangers listing

“Dari data terbaru, hingga 23 September ini, total luasan lahan yang terbakar mencapai 313,96 hektare, dengan titik-titik api yang tersebar di hampir seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lamandau,” ungkapnya.

Baca Juga :  Suara Bass dari Lamandau Tembus Panggung Nasional

Hendikel melanjutkan, kondisi tersebut diperparah cuaca yang terus kering. Vegetasi berupa semak belukar dan ilalang menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar.

Sebagian lokasi kebakaran berada di kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus dan diketahui jauh lebih sulit dipadamkan. Bahkan, api berpotensi kembali menyala meski sebelumnya telah diredam.

“Berbagai upaya penanggulangan terus dilakukan secara maksimal dan terpadu. Tim gabungan yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, unsur TNI, Polri, serta masyarakat bahu-membahu turun ke lapangan melakukan pemadaman,” ujarnya.

Meski demikian, petugas menghadapi sejumlah kendala saat melakukan pemadaman api. Di antaranya akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dan terjal serta jarak sumber air yang cukup jauh dari titik api.

Baca Juga :  Jelajahi Pesona Alam Batang Kawa, Bupati Lamandau Nikmati Wisata Air Terjun dan Durian

“Hal ini tentu memperlambat dan menyulitkan proses pemadaman agar api dapat segera dipadamkan sepenuhnya,” bebernya.

Masyarakat pun diimbau turut serta mencegah terulangnya kebakaran dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama membakar sampah atau sisa-sisa tanaman secara sembarangan. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru