NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus menghantui Kabupaten Lamandau. Tim Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, instansi terkait, hingga pihak perusahaan nonstop berjibaku menjinakkan si jago merah.
Terbaru, area lahan seluas 10 hektar di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, berhasil dikendalikan pada Kamis (20/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, menegaskan kesiapan jajarannya dalam menangani ancaman ini melalui pernyataan langsungnya.
“Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) terus kami siagakan dan terjunkan langsung ke titik-titik rawan Karhutla untuk mengendalikan sebaran api agar tidak semakin meluas,” tegas Hendikel.
Laporan dari anggota piket TRC BPBD Lamandau, Riki Candra, menyebutkan bahwa informasi awal kebakaran di area tanah mineral bervegetasi semak belukar tersebut diterima dari warga setempat.
Tim gabungan yang dipimpin Ema Vitriani, S.P., bersama 15 personel BPBD, Bhabinkamtibmas, dan karyawan PT MML langsung meluncur ke lokasi pada pukul 12.55 WIB dengan mengerahkan truk tangki, mobil operasional, mesin apung, belasan roll selang, hingga drone pantau.
Mengenai hasil penanganan di lapangan, Hendikel menyampaikan perkembangan terkait kondisi terkini pemadaman.
“Berkat respons cepat dan kerja keras tim di lapangan, lahan seluas kurang lebih 10 hektar berhasil dipadamkan. Namun demikian, api belum sepenuhnya padam total dan proses pendinginan masih terus dilakukan guna meminimalkan risiko munculnya titik api baru,” terangnya.
Secara terpisah, Hendikel juga menyampaikan keterangannya secara tidak langsung mengenai imbauan pencegahan.
Ia menekankan bahwa pihak BPBD Lamandau meminta seluruh masyarakat serta pihak perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.


