25.4 C
Jakarta
Friday, January 2, 2026

Bela Negara Harus Diwujudkan Dalam Tindakan Konkret di Kehidupan Sehari-hari

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid. memimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 tingkat Kabupaten Lamandau di Halaman Kantor Kesbangpol, Jumat (19/12/2025).

Upacara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda. Di antaranya Dandim 1017/Lmd Letkol Arm. Ady Kurniawan, Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono, serta diikuti oleh personel TNI, Polri, dan ratusan ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam amanatnya. Wakil Bupati Abdul Hamid. Menyampaikan bahwa peringatan setiap tanggal 19 Desember merupakan momentum untuk mengenang sejarah berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948.

“Peristiwa itu adalah bukti nyata bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri meski diguncang Agresi Militer II. Hari ini, kita teguhkan kembali komitmen tersebut untuk menjaga keutuhan bangsa,” ujar Abdul Hamid.

Baca Juga :  Inflasi Terendah di Kalteng, Lamandau Mantapkan Langkah Pengendalian Ekonomi

Dikatakan Wabup. Peringatan tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema ini menjadi pengingat, bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diraih jika seluruh elemen rakyat memiliki kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam menghadapi dinamika zaman yang penuh ketidakpastian.

Wabup juga menyoroti tantangan bangsa saat ini yang tidak lagi bersifat konvensional. Rivalitas geopolitik, perang siber, disrupsi teknologi, hingga hoaks menjadi ancaman nyata bagi kedaulatan negara.

Electronic money exchangers listing

“Di tengah peringatan ini, saya secara khusus mengajak peserta upacara untuk mendoakan dan menunjukkan solidaritas bagi warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang dilanda bencana alam. mengingatkan peran historis ketiga wilayah tersebut bagi kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Aceh: Sebagai “Daerah Modal” yang menopang logistik dan diplomasi awal kemerdekaan.Sumatera Utara Simbol perlawanan heroik rakyat dalam mempertahankan kedaulatan. Sumatera Barat Lokasi lahirnya PDRI yang menyelamatkan eksistensi Republik di masa kritis.

Baca Juga :  Hewan Kurban di Lamandau Harus Dilengkapi Dokumen

“Tanpa Aceh, tanpa Sumatera Utara, dan tanpa Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap. Persatuan dengan mereka adalah kekuatan terbesar kita,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Dandim 1017/Lmd Letkol Arm. Ady Kurniawan menekankan bahwa bela negara harus diwujudkan dalam tindakan konkret di kehidupan sehari-hari.

“Kita harus hadir membantu sesama yang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, serta memperkuat ketahanan ekonomi mulai dari lingkungan keluarga. Mari kita bersama-sama meneguhkan tekad untuk Indonesia yang kuat dan selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan,” pungkas Dandim. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid. memimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 tingkat Kabupaten Lamandau di Halaman Kantor Kesbangpol, Jumat (19/12/2025).

Upacara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda. Di antaranya Dandim 1017/Lmd Letkol Arm. Ady Kurniawan, Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono, serta diikuti oleh personel TNI, Polri, dan ratusan ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Electronic money exchangers listing

Dalam amanatnya. Wakil Bupati Abdul Hamid. Menyampaikan bahwa peringatan setiap tanggal 19 Desember merupakan momentum untuk mengenang sejarah berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948.

“Peristiwa itu adalah bukti nyata bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri meski diguncang Agresi Militer II. Hari ini, kita teguhkan kembali komitmen tersebut untuk menjaga keutuhan bangsa,” ujar Abdul Hamid.

Baca Juga :  Inflasi Terendah di Kalteng, Lamandau Mantapkan Langkah Pengendalian Ekonomi

Dikatakan Wabup. Peringatan tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema ini menjadi pengingat, bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diraih jika seluruh elemen rakyat memiliki kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam menghadapi dinamika zaman yang penuh ketidakpastian.

Wabup juga menyoroti tantangan bangsa saat ini yang tidak lagi bersifat konvensional. Rivalitas geopolitik, perang siber, disrupsi teknologi, hingga hoaks menjadi ancaman nyata bagi kedaulatan negara.

“Di tengah peringatan ini, saya secara khusus mengajak peserta upacara untuk mendoakan dan menunjukkan solidaritas bagi warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang dilanda bencana alam. mengingatkan peran historis ketiga wilayah tersebut bagi kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Aceh: Sebagai “Daerah Modal” yang menopang logistik dan diplomasi awal kemerdekaan.Sumatera Utara Simbol perlawanan heroik rakyat dalam mempertahankan kedaulatan. Sumatera Barat Lokasi lahirnya PDRI yang menyelamatkan eksistensi Republik di masa kritis.

Baca Juga :  Hewan Kurban di Lamandau Harus Dilengkapi Dokumen

“Tanpa Aceh, tanpa Sumatera Utara, dan tanpa Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap. Persatuan dengan mereka adalah kekuatan terbesar kita,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Dandim 1017/Lmd Letkol Arm. Ady Kurniawan menekankan bahwa bela negara harus diwujudkan dalam tindakan konkret di kehidupan sehari-hari.

“Kita harus hadir membantu sesama yang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, serta memperkuat ketahanan ekonomi mulai dari lingkungan keluarga. Mari kita bersama-sama meneguhkan tekad untuk Indonesia yang kuat dan selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan,” pungkas Dandim. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru