NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Awal tahun 2026 di Kabupaten Lamandau diwarnai kabar duka. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai yang berada di wilayah tersebut. Kasus kecelakaan air ini langsung menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau karena aktivitas masyarakat di kawasan perairan masih cukup tinggi.
BPBD Lamandau mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya arus sungai, terutama saat musim penghujan. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat debit air bisa berubah tiba-tiba dan meningkatkan risiko kecelakaan di sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan adanya dua korban jiwa akibat tenggelam di awal tahun ini. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak meremehkan keselamatan saat beraktivitas di sungai.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Orang tua juga harus lebih ketat mengawasi anak-anak dan jangan membiarkan mereka bermain di pinggir sungai tanpa pendampingan orang dewasa, karena arus di beberapa titik sulit diprediksi,” ujar Hendikel kepada wartawan, Senin (16/3).
Ia menambahkan, selain faktor kelalaian, kondisi cuaca pada musim penghujan juga menjadi risiko tambahan. Curah hujan tinggi di wilayah hulu sering menyebabkan debit air naik dan arus menjadi lebih deras.
“Kami juga meminta warga memantau informasi prakiraan cuaca serta kondisi debit air yang rutin disampaikan petugas di masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD Lamandau akan meningkatkan patroli di sejumlah titik sungai yang dianggap rawan serta memasang papan peringatan di lokasi yang sering menjadi tempat aktivitas masyarakat.
“Kami berharap masyarakat bisa saling mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang dan angka kecelakaan air di Kabupaten Lamandau bisa ditekan,” tandasnya. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Awal tahun 2026 di Kabupaten Lamandau diwarnai kabar duka. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai yang berada di wilayah tersebut. Kasus kecelakaan air ini langsung menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau karena aktivitas masyarakat di kawasan perairan masih cukup tinggi.
BPBD Lamandau mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya arus sungai, terutama saat musim penghujan. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat debit air bisa berubah tiba-tiba dan meningkatkan risiko kecelakaan di sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan adanya dua korban jiwa akibat tenggelam di awal tahun ini. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak meremehkan keselamatan saat beraktivitas di sungai.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Orang tua juga harus lebih ketat mengawasi anak-anak dan jangan membiarkan mereka bermain di pinggir sungai tanpa pendampingan orang dewasa, karena arus di beberapa titik sulit diprediksi,” ujar Hendikel kepada wartawan, Senin (16/3).
Ia menambahkan, selain faktor kelalaian, kondisi cuaca pada musim penghujan juga menjadi risiko tambahan. Curah hujan tinggi di wilayah hulu sering menyebabkan debit air naik dan arus menjadi lebih deras.
“Kami juga meminta warga memantau informasi prakiraan cuaca serta kondisi debit air yang rutin disampaikan petugas di masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD Lamandau akan meningkatkan patroli di sejumlah titik sungai yang dianggap rawan serta memasang papan peringatan di lokasi yang sering menjadi tempat aktivitas masyarakat.
“Kami berharap masyarakat bisa saling mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang dan angka kecelakaan air di Kabupaten Lamandau bisa ditekan,” tandasnya. (bib)