Kabut Asap Lumpuhkan Pariwisata di Lamandau, Lima Trip Wisatawan Batal

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lamandau mulai berdampak pada sektor pariwisata. Desa Wisata Riam Tinggi yang mengandalkan keindahan alam hutan tropis kini ikut merasakan dampaknya setelah sejumlah kunjungan wisatawan, termasuk wisatawan asing, dibatalkan.

Gogo, pengelola wisata Desa Riam Tinggi, mengungkapkan banyak pemesanan kunjungan yang terpaksa dibatalkan sepanjang bulan ini. Kondisi kabut asap tidak hanya mengganggu perjalanan wisatawan, tetapi juga memengaruhi minat mereka untuk berkunjung.

“Kabut asap ini sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan, baik domestik maupun asing,” ujar Gogo kepada Wartawan, Selasa (13/10) di Nanga Bulik.

Menurutnya, salah satu kendala utama adalah terganggunya penerbangan akibat sejumlah jadwal pesawat yang dibatalkan. Selain itu, kabut asap membuat wisatawan khawatir melakukan aktivitas di luar ruangan, terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Pemkab Lamandau Buka 115 Formasi untuk PPPK

“Betul, ada yang batal karena pesawat, ada juga tamu yang punya riwayat penyakit asma sehingga tidak berani datang,” jelasnya.

Gogo menyebutkan, rombongan wisatawan terakhir masih berkunjung pada awal September lalu. Setelah itu, kunjungan yang telah direncanakan berikutnya mulai dibatalkan, termasuk pemesanan untuk Oktober ini

“Termasuk bulan Oktober ini, ada lima trip yang sudah booking, tetapi dibatalkan semua,” ungkapnya dengan nada sedih.

Electronic money exchangers listing

Ia mengatakan, kondisi tersebut cukup memukul pengelola dan warga yang menggantungkan pendapatan dari kegiatan wisata. Pasalnya, daya tarik utama Riam Tinggi adalah wisata alam yang menawarkan keindahan hutan tropis dan suasana alam yang masih asri. Namun, kebakaran hutan di sekitar wilayah Lamandau serta kabut asap yang mencapai kawasan wisata membuat daya tarik tersebut sulit dinikmati secara optimal.

Baca Juga :  Truk Kayu Viral di Lamandau, Polisi Selidiki Dugaan Illegal Logging dan Pemalsuan Dokumen

“Padahal yang kami jual adalah wisata alam dan budaya yang mengandalkan keindahan hutan tropis. Namun, banyak hutan di sekitar yang terbakar dan kabut asapnya sampai ke sini. Tentu saja ini berpengaruh terhadap pendapatan warga di desa wisata,” tuturnya.(bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lamandau mulai berdampak pada sektor pariwisata. Desa Wisata Riam Tinggi yang mengandalkan keindahan alam hutan tropis kini ikut merasakan dampaknya setelah sejumlah kunjungan wisatawan, termasuk wisatawan asing, dibatalkan.

Gogo, pengelola wisata Desa Riam Tinggi, mengungkapkan banyak pemesanan kunjungan yang terpaksa dibatalkan sepanjang bulan ini. Kondisi kabut asap tidak hanya mengganggu perjalanan wisatawan, tetapi juga memengaruhi minat mereka untuk berkunjung.

“Kabut asap ini sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan, baik domestik maupun asing,” ujar Gogo kepada Wartawan, Selasa (13/10) di Nanga Bulik.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, salah satu kendala utama adalah terganggunya penerbangan akibat sejumlah jadwal pesawat yang dibatalkan. Selain itu, kabut asap membuat wisatawan khawatir melakukan aktivitas di luar ruangan, terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Pemkab Lamandau Buka 115 Formasi untuk PPPK

“Betul, ada yang batal karena pesawat, ada juga tamu yang punya riwayat penyakit asma sehingga tidak berani datang,” jelasnya.

Gogo menyebutkan, rombongan wisatawan terakhir masih berkunjung pada awal September lalu. Setelah itu, kunjungan yang telah direncanakan berikutnya mulai dibatalkan, termasuk pemesanan untuk Oktober ini

“Termasuk bulan Oktober ini, ada lima trip yang sudah booking, tetapi dibatalkan semua,” ungkapnya dengan nada sedih.

Ia mengatakan, kondisi tersebut cukup memukul pengelola dan warga yang menggantungkan pendapatan dari kegiatan wisata. Pasalnya, daya tarik utama Riam Tinggi adalah wisata alam yang menawarkan keindahan hutan tropis dan suasana alam yang masih asri. Namun, kebakaran hutan di sekitar wilayah Lamandau serta kabut asap yang mencapai kawasan wisata membuat daya tarik tersebut sulit dinikmati secara optimal.

Baca Juga :  Truk Kayu Viral di Lamandau, Polisi Selidiki Dugaan Illegal Logging dan Pemalsuan Dokumen

“Padahal yang kami jual adalah wisata alam dan budaya yang mengandalkan keindahan hutan tropis. Namun, banyak hutan di sekitar yang terbakar dan kabut asapnya sampai ke sini. Tentu saja ini berpengaruh terhadap pendapatan warga di desa wisata,” tuturnya.(bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru