NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat relawan terus berjibaku mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area persawahan Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau. Operasi pemadaman darurat yang berlangsung sejak Kamis malam (10/9/2026) hingga Jumat dini hari (11/9/2026) tersebut berhasil melokalisasi sekitar 4 hektare lahan terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, menyampaikan laporan penanganan resmi pada Jumat (11/9/2026) di Nanga Bulik. Ia mengungkapkan, proses pemadaman di area yang memiliki material tanah mineral dan gambut tersebut menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan.
“Tim berangkat menuju lokasi pada Kamis jam setengah tujuh malam dan baru kembali ke Pos TRC pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.40 WIB,” kata Hendikel.
Menurut Hendikel, upaya pemadaman melibatkan sekitar 38 personel gabungan dari unsur BPBD, TNI, Brimob, Polsek Bulik, Satpoldam, Tagana, MPA, hingga warga lokal Desa Batu Kotam.
“Kondisi saat ini api belum sepenuhnya padam. Penyebab pasti kebakaran di area persawahan dan semak belukar ini juga masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Hendikel.
Dalam proses penanganan, tim memanfaatkan sumber air dari danau terdekat untuk menyuplai armada pemadaman. Peralatan yang diterjunkan meliputi 4 unit truk tangki BPBD, 1 unit truk tangki Kodim, 1 unit truk tangki Damkar, 2 unit mobil slip-on, serta puluhan roll selang dan mesin apung.
“Kondisi medan serta akses jalan menuju titik api terbilang cukup sulit dilalui oleh kendaraan operasional, sehingga tim harus bekerja ekstra untuk menarik jaringan selang hingga ke titik api permukaan,” lanjut Hendikel.
Untuk memastikan keselamatan personel selama penanganan pada malam hari, perwira lapangan menerapkan sistem kontrol ketat sebelum meninggalkan areal kebakaran. Pengecekan personel dilakukan secara intensif sebelum seluruh unsur ditarik kembali ke markas.
“Sebelum meninggalkan lokasi penanganan, masing-masing komandan regu kami instruksikan untuk mengecek kembali jumlah dan kondisi anggotanya secara menyeluruh,” pungkas Hendikel.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Lamandau bersama BPBD terus memantau pergerakan titik panas (hotspot) di wilayah persawahan Desa Batu Kotam guna mencegah potensi penyebaran api susulan. (bib)


